Kumparan Logo

Dampak Psikologis pada Anak yang Alami Pelecehan Seksual

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dampak pelecehan seksual pada anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Dampak pelecehan seksual pada anak. Foto: Shutterstock

Kasus pelecehan seksual pada anak yang semakin marak terdengar tentu membuat orang tua cemas akan keamanan buah hatinya saat berada di tempat umum. Terlebih, dampak pelecehan seksual yang dialami anak tentu tidak main-main.

Selain trauma secara fisik, anak juga bisa mengalami dampak psikologis yang akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Penting bagi orang tua untuk memahami dampak psikologis yang bisa menimpa anak agar bisa lebih waspada terhadap pelecehan seksual yang rentan dialami anak-anak.

Apa Dampak Psikologis pada Anak yang Alami Pelecehan Seksual?

Dampak pelecehan seksual pada anak. Foto: Shutterstock

Mengutip jurnal yang terbit di laman resmi Kemensos RI, pelecehan seksual dapat menimbulkan trauma secara sosial, fisik dan psikis pada anak. Ada beberapa kemungkinan dampak psikologis bagi anak-anak yang mengalami pelecehan seksual seperti berikut ini:

  • Anak memiliki emosi yang tidak stabil

  • Anak menjadi pendiam atau suka melamun

  • Anak selalu merasa ketakutan

  • Malu dengan teman-temannya

  • Menarik diri dari lingkungan sosial

  • Depresi

  • Kecemasan

Hal yang sama juga dijelaskan oleh Psikolog Anak dan Remaja, Rizqina P. Ardiwijaya, M.Psi., Psikolog, akan timbul perilaku menghindar pada anak-anak yang mengalami pelecehan seksual sehingga bisa menyebabkan masalah psikologis.

“Dampak dari pelecehan itu biasanya ada perilaku menghindar. Artinya, pengalaman pelecehan seksual dinilai dapat menjadi risk factor untuk timbulnya masalah psikologis, seperti PTSD (post-traumatic stress disorder), depresi, kecemasan, konsep diri negatif, masalah interpersonal, kecenderungan re-victimization dan perilaku merusak diri sendiri,” jelas Rizqina saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.

kumparan post embed

Menurut psikolog yang berpraktik di Rumah Dandelion dan Ruang Mekar Azlia tersebut, dampak psikologis akibat pelecehan seksual yang dialami anak bisa muncul secara langsung, tapi bisa juga muncul setelah anak dewasa. Artinya, dampak psikologis ini juga bersifat jangka panjang, Moms.

Penelitian menunjukkan, 1 dari 3 anak yang mengalami pelecehan seksual tidak menunjukkan gangguan psikologis. Kendati demikian, hal ini tergantung pada tingkat keparahan pelecehan seksual, resiliensi (kemampuan anak untuk pulih dari trauma), juga dukungan dari orang tua saat anak melalui hal buruk ini.