Dikira Digigit Nyamuk, Bayi Ini Ternyata Abses hingga Demam
·waktu baca 3 menit

Seorang ibu membagikan kondisi anaknya yang mengalami abses di akun TikTok @xxviani. Pemilik akun tersebut mengizinkan kumparanMOM untuk mengutip kisah anaknya yang ia bagikan tersebut.
Awalnya sang ibu mengira anaknya hanya bentol akibat gigitan nyamuk. Namun, makin lama jadi membengkak hingga harus dibebat perban. Si kecil juga demam dan nafsu makannya menurun.
Menurutnya, sang anak memang memiliki kulit sensitif. Setelah dibawa ke dokter hingga 4 kali, kondisinya semakin membaik.
Menanggapi video itu, Dokter Spesialis Anak, Aisya Fikritama, Sp. A menyebut, abses merupakan kondisi penumpukan nanah di kulit. Hal ini terjadi karena adanya infeksi. Abses sering kali pecah dan mengeluarkan cairan. Sehingga bila tidak segera diobati bisa terjadi komplikasi.
"Terkadang abses kulit mungkin disebabkan oleh infeksi jamur ataupun kuman yang lainnya. Abses lebih mungkin terjadi jika benda seperti tanah atau batu tertinggal dalam luka atau abrasi," ujar Dokter Aisya kepada kumparanMOM.
Di sisi lain, anak dengan sistem kekebalan yang sehat jarang terkena bisul atau abses.
‘’Anak-anak dengan kondisi medis seperti diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, obesitas, serta anak yang sistem kekebalannya lemah karena penyakit atau pengobatan, lebih mungkin terkena abses,’’ katanya.
Lantas, apakah abses bisa menimbulkan gejala?
Gejala abses yang paling sering muncul itu bisa di wajah, tenggorokan, ketiak hingga selangkangan ataupun bokong. Kendati demikian, abses bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun. Awalnya benjolan tampak kecil seperti gigitan nyamuk, lunak dan juga meradang.
Pada anak-anak yang kulitnya lebih gelap, benjolan mungkin tampak cokelat, ungu, ataupun abu-abu. Pada anak dengan kulit lebih terang, benjolannya mungkin terlihat merah dan berikutnya semakin besar dan nyeri.
"Setelah beberapa hari absesnya muncul, ini akan pecah secara alami atau perlu ditusuk dan dikeringkan oleh dokter. Biasanya ditangani dokter bedah ya. Setelah abses dibuka, rasa sakitnya tidak akan terlalu terasa dan akan mulai sembuh dengan cepat," tutur Dokter Aisya.
"Biasanya anak-anak juga akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di dekat abses dan kemungkinan juga akan mengalami demam," imbuhnya.
Jadi, kapan anak dengan abses perlu dibawa ke dokter?
Sebaiknya dibawa ke dokter jika absesnya tidak pecah secara alami dalam lima hari, sangat nyeri, dan berkembang dengan cepat. Anak juga perlu dibawa ke dokter apabila ada demam, nafsu makan semakin menurun hingga lemas.
"Untuk pengobatannya, pastikan dibersihkan setiap hari pada saat setelah mandi dengan sabun yang tidak menggunakan antiseptik, tutupilah absesnya itu dengan kain yang sudah dicuci bersih," katanya.
Dokter Aisya juga menyarankan agar orang tua maupun anak-anak tak menekan-nekan atau memegang abses. Sebab, apabila itu dilakukan bisa menyebabkan nyeri hingga bisa menyebabkan infeksi menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Apakah ada cara untuk mencegah abses?
Ya, Moms, abses kulit pada anak bisa dicegah dengan menjaga kebersihan seperti mencuci kulit dengan sabun dan air secara teratur. Selain itu, berhati-hatilah agar tidak melukai diri sendiri saat mencukur ketiak atau area kemaluan.
Anda bisa mencari pertolongan medis segera untuk setiap luka, terutama jika terdapat kotoran pada luka, luka tusukan disebabkan oleh gigitan manusia, serangga atau hewan.
