Kumparan Logo

Dokter: Anak Butuh Ruang Eksplorasi, Jangan Takut Kotor!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Media gathering Betadine, Rabu (6/5). Foto: Sarah Wulandari
zoom-in-whitePerbesar
Media gathering Betadine, Rabu (6/5). Foto: Sarah Wulandari

Moms, anak-anak perlu ruang untuk bergerak, bermain, dan bereksplorasi. Namun di tengah kekhawatiran orang tua soal keamanan anak, tidak sedikit yang akhirnya lebih memilih membatasi aktivitas si kecil di luar rumah.

Padahal, menurut dokter spesialis anak, dr. Lucky Yogasatria, Sp.A pengalaman langsung lewat aktivitas fisik justru penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Kenapa Eksplorasi Penting Untuk Anak?

Ilustrasi ibu dan anak main di pantai. Foto: Shutterstock

Menurut dr. Lucky, kegiatan eksplorasi sangat perlu karena menjadi fondasi utama anak untuk kebutuhan sensorik nya.

“Anak perlu belajar dari kegiatan luar. Mereka perlu bergerak, mencoba, dan bereksplorasi,” ujar dr. Lucky pada acara media ghatering Betadine, Rabu (6/5).

Ia juga menyoroti kaitan screen time berlebih dengan perkembangan anak. Menurutnya, terlalu lama berada di depan layar bisa mengurangi kesempatan anak melatih kemampuan motorik, sosial, hingga kepercayaan dirinya.

“Kalau anak terlalu banyak screen time, kesempatan untuk bergerak dan belajar dari lingkungan sekitar jadi berkurang,” jelasnya.

Di sisi lain, dr. Lucky memahami bahwa banyak orang tua masih dihantui rasa khawatir saat anak aktif bermain. Mulai dari takut anak jatuh, terluka, hingga mengalami cedera ringan.

Karena itu, ia menilai orang tua perlu lebih siap dalam merespons risiko kecil yang memang bisa terjadi saat anak bereksplorasi.

“Bukan berarti anak tidak boleh main karena takut jatuh. Yang penting orang tua tahu cara penanganan pertamanya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Lucky membagikan prinsip “4C” sebagai langkah sederhana saat anak mengalami luka ringan:

  • Calm, tetap tenang agar anak tidak ikut panik.

  • Clean, bersihkan luka untuk membantu mencegah infeksi.

  • Cover, tutup luka agar tetap terlindungi.

  • Comfortable, pastikan anak merasa nyaman setelah ditangani.

Selain itu, dr. Lucky juga meyarankan untuk memilih produk yang tepat untuk penanganan luka. Karena perbedaan luka beda juga cara mengobatinya, Moms.

Kalau lukanya cenderung ringan, gunakan antiseptik agar luka cepat sembuh tapi kalau lukanya dalam hingga bernanah diobati dengan antibiotik, karena perannya untuk menghancurkan bakteri.

“Antibiotik itu menghancurkan bakteri. Kalau terlalu sering digunakan, bakteri baik di kulit juga bisa ikut hilang jadi harus sesuai anjuran dokter,” pesannya.

Sementara antiseptik berfungsi membantu mencegah infeksi pada luka. Menurut dr. Lucky, beberapa antiseptik kini juga diformulasikan agar tidak mengiritasi kulit dan tetap nyaman digunakan pada anak, Moms.

Jadi biarkan anak bebas bergerak supaya semua motoriknya tergunakan ya, Moms.