Dokter: Anak dengan Lupus Lebih Berisiko Terinfeksi Virus Corona

Virus corona bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Namun bila dengan kondisi penyakit kronis tertentu, membuatnya lebih mudah terpapar. Salah satunya penderita penyakit autoimun, lupus.
Lupus atau Systemic lupus erythematosus (SLE) adalah penyakit yang mengenai sistem imunitas seseorang, dari yang seharusnya sistem tersebut melindungi dari bakteri dan virus namun justru menyerang menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Selain itu, pengobatan lupus yang memerlukan obat-obatan dan metode kemoterapi sehingga membuat daya tahan tubuh anak pun menurun. Alhasil anak sangat rentan terpapar virus corona.
"Penyakit ini juga disebut dengan penyakit seribu wajah yang bisa menyerupai berbagai penyakit lainnya. Jadi bila sekiranya anak pengidap lupus sedang dalam pengobatan, umumnya obat-obatan tersebut bisa menurunkan daya tahan tubuh, Sehingga bisa saja berisiko terkena penyakit apapun termasuk COVID-19," kata Dokter Spesialis Anak, dr. Reni Ghrahani Dewi Majangsari, Sp.A(K), M. Kes, dalam siaran langsung di Instagram TV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), beberapa waktu lalu.
Oleh sebab itu, dr. Reni menyarankan agar orang tua yang memiliki anak dengan lupus (Odapus) harus lebih hati-hati dalam hal pencegahan, maupun yang sedang dalam pengobatan kemoterapi.
"Umumnya dokter yang merawat pasien anak dengan lupus akan menganjurkan untuk selalu melakukan kontrol rutin bila ada gejala kedaruratan. Jadi sebaiknya, obat yang sudah diberikan diminum secara teratur, jangan menaik turunkan dosis sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter, dan harus patuh menjalani jadwal kemoterapi yang sudah ditentukan," ujar dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat ini.
Selain itu, dr. Reni mengatakan agar orang tua harus selalu memperhatikan anaknya yang mengidap lupus untuk selalu sering-sering mencuci tangan, menggunakan masker ketika berpergian, dan selalu menjaga jarak untuk mencegah terpapar virus corona.
Namun untuk kegiatan berjemur, dokter yang juga konsultan Alergi Imunologi Anak ini menyarankan agar tidak dilakukan, Moms. Sebab berjemur ternyata bisa memperparah penyakit lupus yang diidap si kecil.
"Sebenarnya harus dihindari terutama terlalu lama berada di bawah sinar matahari. Karena nantinya akan memperberat penyakit si anak. Jadi sebaiknya, kalau ingin berjemur, berkonsultasi dulu dengan dokternya masing-masing. Kalau anak lupus dan berkulit sensitif, sangat tidak dianjurkan. Tapi kalau anak yang sudah dalam keadaan remisi (proses penyembuhan) mungkin bisa berjemur. Tapi kembali lagi, harus tetap berkonsultasi dengan dokter," tutupnya.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!
