Kumparan Logo

Dokter: Cara Jaga Kesehatan Pencernaan Anak Itu Nggak Harus Ribet, Kok, Moms!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi camilan sehat untuk anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi camilan sehat untuk anak. Foto: Shutter Stock

Menjaga kesehatan pencernaan anak mungkin terdengar seperti hal yang rumit. Padahal, fondasinya justru bisa dibangun dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari, mulai dari makanan yang dikonsumsi hingga bagaimana orang tua merespons ketika anak mengalami masalah BAB.

Menurut Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Andy Darma, Sp.A, Subsp.GH(K), kesehatan saluran cerna merupakan salah satu dasar penting bagi kesehatan anak secara keseluruhan.

Gut health is the basic, karena satu-satunya jalan nutrisi masuk ke tubuh kita adalah melalui gut,” ujar Dr. Andy.

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan pencernaan anak?

6 Cara Sederhana untuk Jaga Kesehatan Pencernaan Anak

Ilustrasi mikrobiota di pencernaan anak. Foto: Shutterstock

1. Berikan makanan yang beragam

Makanan yang beragam membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus mendukung mikrobiota di dalam usus. Nggak harus rumit, Moms. Mulai dari menyediakan sayur, buah, protein, dan makanan yang minim proses dalam menu sehari-hari.

2. Pilih sumber prebiotik alami

Prebiotik merupakan makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Sumbernya pun bisa ditemukan dalam makanan sehari-hari, seperti pisang, bawang, dan sayuran.

Jadi, nggak selalu harus dari produk khusus. Menu rumahan yang beragam juga bisa membantu mendukung kesehatan mikrobiota anak.

3. Jangan berlebihan memberikan suplemen

Vitamin dan suplemen bisa dibutuhkan anak dalam kondisi tertentu. Namun, bukan berarti semakin banyak yang diberikan akan semakin baik. Pemberian zinc, zat besi, atau probiotik pun sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan anak.

“Tidak selalu lebih banyak itu lebih baik. Tidak selalu lebih lengkap itu lebih baik,” ujar Dr. Andy.

4. Batasi makanan ultra-proses

Ilustrasi Junk Food Foto: JeniFoto/Shutterstock

Makanan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF) memang semakin mudah ditemukan dan bisa saja dikonsumsi anak sesekali.

Yang perlu diperhatikan adalah frekuensinya. Jangan sampai makanan yang tinggi gula, garam, lemak jenuh, atau bahan tambahan menjadi kebiasaan sehari-hari atau sumber makanan utama anak.

5. Bikin waktu makan tetap menyenangkan

Menjaga pencernaan anak bukan hanya soal apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana pengalaman mereka saat makan.

Anak mungkin menolak makanan tertentu atau perlu beberapa kali mencoba sebelum menyukainya. Orang tua bisa tetap menawarkan makanan bergizi tanpa membuat waktu makan terasa penuh tekanan.

6. Jangan biasakan anak menahan BAB

Kebiasaan menahan BAB, terutama saat toilet training, juga bisa memicu masalah sembelit. Ketika BAB terasa sakit karena feses keras, anak bisa takut dan memilih menahannya.

Semakin lama ditahan, feses bisa semakin keras dan BAB berikutnya kembali terasa sakit. Karena itu, bantu anak merasa aman saat BAB dan konsultasikan ke dokter bila sembelit terus terjadi.

Mulai dari Kebiasaan Kecil di Rumah

Ilustrasi Anak Makan Sayur. Foto: Shutterstock

Menjaga kesehatan pencernaan anak nggak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Makanan yang beragam, sumber prebiotik alami, tidak berlebihan memberikan suplemen, serta membatasi makanan ultra-proses bisa menjadi langkah sederhana yang dilakukan setiap hari. Sebab, kesehatan pencernaan anak pada akhirnya bukan hanya soal satu jenis makanan atau produk, tetapi tentang kebiasaan yang dibangun terus-menerus.