Kumparan Logo

Efek Samping Diet Keto saat Hamil

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil diet keto. Foto: Ground Picture/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil diet keto. Foto: Ground Picture/Shutterstock

Beberapa waktu terakhir diet keto cukup populer di kalangan masyarakat. Ya Moms, diet ini disebut-sebut merupakan metode yang cukup efektif untuk menurunkan berat badan, termasuk pada ibu hamil.

Hanya saja, ibu hamil termasuk salah satu golongan yang tidak disarankan diet untuk menurunkan berat badan, Moms. Menurut American Pregnancy Association (APA), ibu hamil setidaknya membutuhkan 300 kalori setiap harinya. Sebab, nutrisi tersebut akan mepengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan.

Ilustrasi ibu hamil makan makanan sehat. Foto: Shutter Stock

Ibu hamil perlu paham bahwa makanan yang dikonsumsi sehari-hari harus mengandung nutrisi seimbang, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Sementara diet keto membatasi jenis makanan tertentu dengan jumlah tertentu, salah satunya karbohidrat yang jadi sumber energi bagi tubuh.

Lantas, apa saja efek samping yang bisa terjadi bila ibu hamil melakukan diet keto?

Akibat Jalani Diet Keto saat Hamil

Dikutip dari Mom Junction, menjalani diet keto selama kehamilan dapat menyebabkan risiko pada ibu dan janin.

Ibu hamil yang menjalani diet keto kemungkinan akan memiliki lemak jenuh yang berlebihan. Sebab, diet keto berfokus pada konsumsi lemak berlebih, yakni sekitar 75 persen atau setara dengan 165 gram dari jumlah porsi yang dimakan. Akibatnya, hal ini dapat berdampak pada kesehatan jantung dan kehamilan, Moms.

Ilustrasi ibu hamil mual Foto: Shutterstock

Tak hanya itu, diet keto saat hamil juga dapat memberikan efek jangka panjang atau sering disebut keto flu, beberapa gejala di antaranya meliputi sakit kepala, mual, muntah, kelelahan, dan insomnia.

Sementara pada janin, diet keto dapat menyebabkan janin kekurangan nutrisi di dalam kandungan. Akibatnya, janin berpotensi mengalami cacat tabung saraf dan komplikasi kesehatan setelah lahir. Tak hanya itu, si kecil juga dapat mengalami perubahan disfungsi organ saat usia remaja atau dewasa.

Jadi, jika Anda sedang hamil dan berniat ingin menurunkan berat badan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Mungkin Anda disarankan untuk mengubah kebiasaan makan dengan nutrisi yang seimbang. Sebab, metabolisme pada masing-masing ibu hamil berbeda. Jika diet keto yang dijalani tidak sesuai anjurannya, maka berat badan berpotensi lebih naik dibandingkan saat sedang tidak diet keto.