Efek Samping KB Suntik 1 Bulan, Apa Bedanya dengan KB Suntik 3 Bulan?
·waktu baca 3 menit

Sebelum memilih kontrasepsi suntik KB, pahami terlebih dahulu efek samping yang mungkin akan muncul. Meski secara umum sama, terdapat sedikit perbedaan efek samping KB suntik 1 bulan dengan 3 bulan.
Suntik KB bisa dilakukan dengan aman setelah 6 minggu pasca persalinan. Banyak ibu yang memilih metode kontrasepsi ini sebab tidak mengganggu produksi ASI.
Selain itu, mengutip Cleveland Clinic, tingkat efektivitasnya dalam mencegah kehamilan juga cukup tinggi, yakni mencapai 96%. Artinya, dari setiap 100 wanita, hanya ditemukan 4 kehamilan yang tidak direncanakan setiap tahunnya.
Efek Samping KB Suntik 1 Bulan
Dikutip dari buku Kesehatan Perempuan dan Keluarga Berencana susunan Anieq Mumthi’ah Al Kautzar dkk, ada dua jenis suntik KB jika dilihat berdasarkan hormon yang disuntikkan, yakni suntik progestin dan suntik KB kombinasi.
Suntik progestin mengandung hormon progesteron yang efektif mencegah ovulasi, yaitu proses lepasnya sel telur ke tuba falopi untuk dibuahi sel sperma. Sedangkan KB kombinasi menggabungkan hormon progesteron dan estrogen. Keduanya sama-sama efektif dan tidak mengganggu produksi ASI.
Namun, sebagaimana metode kontrasepsi lainnya, prosedur suntik KB memiliki efek samping tertentu. Menurut laman WebMD, berikut ini beberapa gejala yang mungkin akan dirasakan pengguna KB suntik 1 bulan maupun 3 bulan:
Periode menstruasi yang tidak normal, atau tidak menstruasi sama sekali
Sakit kepala
Gelisah atau anxiety
Pusing
Jerawat
Perubahan nafsu makan
Pertambahan berat badan
Rambut rontok
Hilangnya kepadatan mineral tulang
Sakit perut
Kembung
Pendarahan terobosan
Kelelahan
Kurangnya minat terhadap seks
Depresi
Perbedaan Efek Samping KB Suntik 1 Bulan dan 3 Bulan
Dalam jurnal Perbedaan Efek Samping Pengguna KB Suntik 1 Bulan dengan KB Suntik 3 Bulan di Kabupaten Boalemo (2023) susunan Delia Windiyani Eka Putri Daka, Irwan, Zul Fikar Ahmad, dijelaskan lebih rinci mengenai perbedaan efek samping antara KB suntik 1 bulan dan 3 bulan.
Penelitian ini melibatkan 52 pengguna KB suntik 1 bulan, dan 52 pengguna KB suntik 3 bulan di Desa Tenilo, Boalemo, Gorontalo. Dengan teknik wawancara, peneliti menemukan bahwa efek samping suntik KB paling sering dirasakan pengguna yang memilih suntikan 1 bulan sekali.
KB suntik 1 bulan pun tidak terlalu berdampak pada siklus menstruasi jika dibandingkan dengan KB suntik 3 bulan. Namun, kebanyakan dari mereka merasakan perubahan berat badan, pusing, dan payudara lebih sensitif.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini rincian efek samping yang dirasakan pengguna KB suntik 1 bulan:
Pusing dan sakit kepala: 51,6% merasakan
Perubahan berat badan: 58,7% merasakan
Pendarahan haid lebih banyak: 56,3% merasakan
Pendarahan haid lebih pendek/sedikit: 57,1% merasakan
Perut kembung dan mual: 63,6% merasakan
Tegang pada payudara: 62,9% merasakan
Nyeri perut/kram: 62,5% merasakan
Keputihan: 67,5% merasakan
Sementara untuk pengguna KB suntik 3 bulan, tidak terlalu banyak yang merasakan gejala di atas. Berikut persentasenya:
Pusing dan sakit kepala: 48,4% merasakan
Perubahan berat badan: 41,3% merasakan
Pendarahan haid lebih banyak: 43,8% merasakan
Pendarahan haid lebih pendek/sedikit: 42,9% merasakan
Perut kembung dan mual: 36,4% merasakan
Tegang pada payudara: 37,1% merasakan
Nyeri perut/kram: 37,5% merasakan
Keputihan: 32,5% merasakan
Baca Juga: Ciri-Ciri Tidak Cocok KB Suntik 3 Bulan, Catat Risikonya
