Kumparan Logo

Etika yang Harus Diajarkan pada Balita

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Shutterstock

Moms, mengajarkan anak-anak sopan santun harus dilakukan sejak dini, bahkan sejak balita. Seiring dengan anak belajar untuk mengendalikan emosinya, ajarkan juga etika saat ia berhadapan dengan orang lain, baik yang lebih tua maupun pada teman sebayanya.

Bila sudah terbiasa menjalankan etika tersebut pada kehidupan sehari-harinya maka balita Anda akan menganggap bersikap sopan sebagai sesuatu yang biasa dan bagian dari kehidupannya.

Tentu untuk mengajarkan sopan santun pada anak balita, cara yang paling utama adalah dengan memberikan contoh etika dalam kehidupan, termasuk saat menghadapi anak Anda. Karena apapun yang Anda lakukan, maka kemungkinan besar si kecil juga akan menirunya, Moms.

Etika apa saja yang harus Anda ajarkan pada balita?

Ucapkan ‘terima kasih’ dan ‘tolong’

Mengucapkan ‘terima kasih’ dan ‘tolong’ adalah etika paling pertama yang harus Anda ajarkan pada anak Anda. Saat anak Anda diberi sesuatu atau mendapat pertolongan dari orang lain, ajarkan agar ia mengatakan terimakasih. Begitu juga saat mereka butuh pertolongan, maka ajarkan untuk berkata ‘tolong’. Dikutip dari laman Parents, untuk membiasakan anak menggunakan kata-kata tersebut, Anda pun tidak perlu ragu-ragu untuk menggunakan kata terima kasih dan tolong kepada anak Anda, Moms.

Ucapkan ‘permisi’

Anak balita laki-laki Foto: Shutterstock

Selain terima kasih dan tolong, ‘permisi’ juga harus menjadi kata yang Anda ajarkan pada balita, apalagi ketika ia mulai bisa berbicara dengan lancar. Ajarkan ia untuk mengatakan permisi saat ia mau mendahului atau melintas di depan orang lain dan juga saat ia berkunjung ke rumah orang lain.

Etika saat bertemu orang lain

Saat bertemu orang lain, ajarkan agar anak Anda berani menyapa orang tersebut, bahkan meskipun ia orang yang lebih dewasa. Ajarkan juga untuk mencium tangan atau bersalaman dan mengatakan ‘halo’ serta bagaimana caranya memperkenalkan nama mereka. Jangan dipaksa bila anak masih malu-malu.

Etika saat makan

Ilustrasi anak belajar makan sendiri Foto: Shutterstock

Etika saat makan yang perlu Anda ajarkan saat makan di antaranya adalah tidak boleh bicara saat mulut sedang mengunyah, duduk diam saat makan, dan ketika ia bersendawa, katakanlah ‘maaf’. Anda juga bisa mengajarkan pada anak balita Anda tangan mana yang harus ia gunakan saat makan, misalnya memegang sendok dengan tangan kanan dan juga saat mengambil makanan.

Mengetuk pintu

Ajarkan pada anak Anda untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar atau rumah orang lain. Mengetuk pintu adalah cara untuk mengajarkan anak mengenai privasi.

Menutup mulut dan hidung saat bersin dan batuk

Sinusitis pada anak ditandai pilek dan demam. Foto: shutterstock

Bukan hanya masalah etika, menutup mulut dan hidung saat bersin dan batuk juga merupakan cara untuk mencegah menularkan penyakit pada orang lain.

embed from external kumparan