kumparan
11 April 2019 11:51

Fakta Penting di Balik Kebiasaan Bayi Mengoceh Tidak Jelas

Bayi perempuan
Ada fakta menakjubkan di balik ocehan bayi Foto: Shutterstock
Saat bayi berusia sekitar 6 sampai 8 bulan, orang tua umumnya akan mendapati si kecil suka sekali mengoceh tidak jelas. Misalnya suka berceloteh ba-ba-ba, da-da-da, ga-ga-ga, dan lainnya. Lucu dan gemas ya Moms, melihatnya. Mengoceh tak jelas, memang merupakan salah satu sifat universal yang dimiliki bayi di usia ini.
ADVERTISEMENT
Tapi tahukah Anda, ocehan tidak jelas bayi ini bukan semata untuk lucu-lucuan atau menghibur para orang dewasa saja, lho! Sejumlah penelitian yang terus berkembang selama beberapa dekade terakhir telah mengungkapkan bahwa, meskipun terdengar tidak masuk akal, ocehan para bayi sebenarnya merupakan dasar untuk pengembangan bahasa mereka di kemudian hari.
Mengapa begitu?
Tubuh Bayi Padat Gemuk
Ocehan bayi perlu dipahami Foto: Shutterstock
Ya Moms, di antara berbagai macam suara acak yang dihasilkan para bayi, ocehan tidak jelas mereka dapat didefinisikan sebagai produksi suku kata berulang yang seperti ucapan. Demikian menurut Catherine Laing, peneliti linguistik di Cardiff University di Inggris, sebagaimana dilansir Live Science.
Laing telah mempelajari secara fokus pengembangan bahasa awal pada bayi. "Mengoceh adalah awal belajar meniru suara yang bisa digunakan dalam percakapan," simpul Laing.
Ibu dan bayi
Ilustrasi bayi bermain bersama ibu Foto: Shutterstock
Senada dengan Laing, menurut Marilyn Vihman, profesor bahasa dan ilmu linguistik di University of York di Inggris, perkembangan ocehan pada bayi sebenarnya dapat terlihat jelas sehingga siapa pun yang memperhatikan vokalisasi bayi akan bisa memahami perubahan vokalnya.
ADVERTISEMENT
"Ini perubahan yang sangat tajam yang bisa dikenali orang dewasa. Kamu tidak harus menjadi ahli bahasa untuk mengenalinya,” kata Vihman.
Awalnya bayi akan menghasilkan serangkaian konsonan acak yang berbeda-beda hingga mereka mampu mengulang beberapa konsonan yang sama dengan sangat berirama seperti "babababa!" atau "dadadada!"
"Memiliki beberapa konsonan berbeda yang dapat Anda hasilkan sesuka hati tampaknya merupakan prasyarat untuk benar-benar mulai mengucapkan kata-kata," kata Vihman. "Ini semacam prediksi untuk bisa mengendalikan bentuk kata, sehingga bisa membuat kata-kata yang dikenali orang-orang."
Pada tahap ini, bayi tampaknya mengucapkan deretan suku kata panjang dengan konsonan-konsonan yang sama. Namun tunggu saja, Moms. Segera, deretan-deretan ucapannya akan berubah menjadi ekspresi-ekspresi yang lebih pendek dan mulai menyerupai kata-kata. Ini adalah sesuatu yang telah diselidiki Vihman secara mendalam dalam penelitiannya.
Ibu dan bayi
Meski ocehannya tak jelas sebenarnya bayi berusaha meniru orang dewasa Foto: Shutterstock
Tidak berhenti sampai di situ, Vihman memperkirakan perubahan ini didorong oleh kesadaran bayi yang tumbuh akan kata-kata yang diucapkan orang-orang dewasa di sekitar mereka dan keinginan mereka untuk menirunya.
ADVERTISEMENT
"Orang-orang dewasa adalah seperti dewa di alam semesta mereka, orang-orang yang memberikan kenyamanan, kehangatan, dan stimulasi sosial. Jadi motivasi besar bagi bayi adalah menjadi seperti orang dewasa," kata Vihman kepada Live Science.
Yang menarik, hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tuli juga mengoceh seperti bayi yang bisa mendengar. Hanya saja waktu mereka untuk mulai mengoceh sedikit tertunda.
Bayi duduk
Ilustrasi bayi mengoceh Foto: Shutterstock
Penelitian menemukan, bayi dengan gangguan pendengaran yang telah menerima implan koklea, akan segera mulai mengoceh seolah-olah mereka berusaha mengejar semua yang mereka lewatkan. "Pada dasarnya, jika kamu memikirkannya, itu seperti melatih bagian-bagian berbeda dari kata-kata yang akan kamu hasilkan," kata Laing.
Jadi, apa pelajaran yang bisa kita ambil dari semua penjelasan ini? Karena ocehan adalah batu loncatan menuju penguasaan bahasa, maka bayi butuh dukungan kita, Moms! Yuk, dukung dengan cara banyak menjalin komunikasi dengan para bayi setiap hari.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan