Fenomena Anak Laki-laki Kurang Sentuhan Fisik: Kesepian hingga Mudah Tersinggung
·waktu baca 3 menit

Anak laki-laki di generasi sekarang dilaporkan merasa kekurangan fisik dan kasih sayang. Fenomena ini disebut juga touch starvation atau 'kelaparan sentuhan'. Kondisi ini bisa berdampak besar pada kesejahteraan emosional dan sosial mereka.
"Intinya, sentuhan Anda membuat anak-anak tetap hidup," kata psikolog klinis anak dan keluarga, Michael Thompson, PhD, dikutip dari laman Parents.
Thompson mengungkapkan pentingnya sentuhan positif untuk perkembangan anak yang sehat. Terutama bagi remaja laki-laki yang sering kali terpapar maskulinitas toksik di usia muda.
Ya Moms, penelitian mengungkap dampak anak laki-laki yang tumbuh tanpa sentuhan fisik yang sehat, seperti pelukan atau dukungan fisik dan emosional. Anak-anak tersebut cenderung akan berperilaku tidak baik, seperti bermain kasar dengan teman sebayanya.
"Anak laki-laki sudah disosialisasikan [tentang maskulinitas], baik orang tua menyadarinya atau tidak. Hal ini terjadi di mana-mana sejak anak laki-laki terpapar dunia, terutama saat terpapar media," jelas peneliti kesehatan mental pria dan Ketua Departemen Konseling di California State University Fullerton, Matt Englar-Carlson.
Peneliti menyebut orang dewasa sering kali menganggap ejekan adalah hanya main-main saja, dan 'wajar' bila laki-laki melakukannya. Padahal, kenyataannya bisa menunjukkan sesuatu yang serius mungkin sedang terjadi.
Tanda-tanda lain yang bisa diperhatikan dari anak laki-laki kurang sentuhan adalah menunjukkan sifat mudah tersinggung, cemas, menarik diri dari pergaulan, hingga kesulitan menenangkan diri.
Sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa anak laki-laki yang terpapar sentuhan fisik sehat saat tumbuh dewasa, maka dilaporkan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah. Termasuk memiliki hubungan romantis yang lebih sehat saat mereka dewasa.
Pria Milenial dan Gen Z di Amerika Menjadi Kelompok yang Paling Kesepian
Sebuah jajak pendapat Gallup baru-baru ini mengungkapkan pria milenial dan gen Z Amerika Serikat dilaporkan menjadi kelompok yang paling kesepian. Hal; ini membuktikan bahwa mayoritas anak laki-laki muda tidak diperlihatkan contoh sentuhan fisik yang positif saat tumbuh dewasa.
Untuk mengurangi dampaknya, psikolog Thompson dan Englar-Carlson menyarankan kepada orang tua untuk mulai merutinkan sentuhan fisik yang sehat dalam kehidupan putra mereka. Salah satu caranya adalah menggunakan sentuhan sebagai cara untuk menenangkan anak laki-lakinya saat sedang kesal terhadap sesuatu.
Mereka juga menyarankan agar orang tua berbicara dengan putra mereka tentang jenis sentuhan yang mereka sukai — apakah itu pelukan, melingkarkan lengan di pinggangnya, atau mengusap punggungnya dengan lembut. Jangan lupa untuk membahas batasan seputar sentuhan fisik yang membuat mereka merasa nyaman dan tidak nyaman.
Akan tetapi, jika orang tua merasa anak laki-lakinya belum siap untuk diberi sentuhan fisik lebih banyak dari sebelumnya, maka Anda bisa bertanya: "Ibu ingin memelukmu. Tapi apakah ada hal lain yang bisa membuatmu merasa nyaman?". Yuk, terapkan sentuhan fisik setiap hari kepada anak laki-laki Anda untuk membuatnya lebih nyaman!
