Flu Singapura di RI Tembus 5 Ribu Kasus, IDI Ungkap Penyebaran dan Pencegahannya

28 Maret 2024 17:30 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan kasus flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) di Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan. Berdasarkan laporan Kemenkes hingga minggu ke-11 tahun 2024, atau sekitar awal Maret, dilaporkan sudah 5.461 orang terjangkit flu Singapura.
ADVERTISEMENT
Menurut Ketua Satgas COVID PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. DR. Dr. Erlina Burhan, SpP(K), laporan kasus flu Singapura paling banyak dilaporkan dari Provinsi Banten.
"Dan ada 738 kasus flu Singapura di antaranya dari Provinsi Banten dalam tiga bulan dari Januari hingga Maret 2024," kata Dr. Erlina dalam Media Update PB IDI secara virtual, Rabu (27/3).
Anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI itu juga menjelaskan, pihaknya turut mendapat laporan terdapat 14 kasus suspek flu Singapura di Depok. Dari jumlah tersebut, 10 orang di antaranya dirawat di satu rumah sakit. Dr. Erlina menyebut pasien yang harus dirawat kemungkinan besar mengalami flu Singapura dalam derajat yang lebih berat.
Dr. Erlina mengingatkan bahwa flu Singapura merupakan sebuah penyakit akibat virus yang dapat menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh virus Coxackie virus A16. Sementara pada kasus yang gejalanya lebih berat, flu Singapura disebabkan oleh virus strain A6.
ADVERTISEMENT
"Tapi memang banyak dilaporkan pada anak-anak. Umumnya menginfeksi anak berusia 10 tahun, dan sebagian dapat menginfeksi orang dewasa," ucap dia.
Lantas, apa saja gejala flu Singapura yang biasa muncul? Menurut Dr. Erlina, gejalanya biasa didahului dengan demam, sakit tenggorokan, hingga batuk. Salah satu ciri flu Singapura adalah gejala yang dialami disertai munculnya lenting pada tangan dan kaki.
"Ciri khusus flu Singapura ini adalah terdapat lenting pada tangan dan kaki, yang apabila pecah dapat menyebabkan ulkus atau luka, dan kemudian menjadi koreng. Lenting adalah gelembung yang berisi air, dan juga ketika lenting di mulut dapat pecah dan menjadi sariawan," jelasnya.
"Ini dapat mengganggu sekali bagi anak karena dapat [menyebabkan] sulit makan, apalagi kalau makanannya pedas, asin, dan anak harus minum air panas bisa perih," imbuh dia.
ADVERTISEMENT
Bila muncul gejala ruam lenting, biasanya ketika lenting pecah akan menyisakan luka pada kulit. Lenting pada mulut dapat terasa nyeri, apalagi jika terdapat pada tenggorokan dan langit-langit mulut.
"Tapi, lesi dapat membaik dalam waktu 7 hingga 10 hari. Terkadang, lenting juga dapat dijumpai di sekitar pusar dan anus," ucap Dr. Erlina.

Penjelasan Dokter soal Metode Penularan Flu Singapura

Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock
Nah Moms, setelah mengetahui angka kasus flu Singapura sedang tinggi, Anda perlu memahami bagaimana penyakit ini dapat menular ke orang lain. Menurut Dr. Erlina, faktor risiko yang pertama adalah usia, terutama usia anak-anak. Mengapa?
Ia menjelaskan, anak-anak merupakan sumber penularan virus flu Singapura dan kelompok umur inilah yang memang banyak tertular. Selain itu, bila anak-anak hidup dengan kondisi sosio-ekonomi yang kurang, maka mereka pun lebih rentan mengalaminya.
ADVERTISEMENT
"Bagi anak-anak yang terinfeksi, tetapi tidak mengeluarkan gejala atau tidak memiliki gejala, artinya tidak ada lenting, nyeri tenggorokan, pilek maka virusnya akan dikeluarkan melalui feses. Jadi ada juga bisa ditemukan di feses dan dapat bertahan beberapa minggu dan berperan sebagai sumber virus dalam jangka waktu lama," tutur Dr. Erlina.
Dr. Erlina juga menegaskan penularan utama virus tersebut terjadi melalui makanan dan kotoran manusia. Contohnya, saat menyentuh benda atau permukaan yang terkontaminasi virus tanpa mencuci tangan, maka virusnya dapat masuk melalui makanan.
"Jadi ketika cebok dia tidak cuci tangan hingga bersih, atau orang lain yang merabanya mungkin dari popok dan sebagainya, kemudian tangan tidak bersih dicuci lalu pegang makanan masuk ke mulut dapat menimbulkan terjadinya penularan," lanjut dia.
ADVERTISEMENT
Virus tersebut juga dapat menyebar melalui droplets (percikan) ketika batuk, bersin, atau bahkan bicara. Atau penularan juga bisa terjadi saat Anda berkontak langsung dengan luka atau cairan tubuh penderita. Serta, semakin buruk sanitasi di lingkungan rumah Anda, maka semakin tinggi juga tingkat kontaminasi dan laju infeksinya.
Perlu dipahami juga bahwa virus penyebab flu Singapura juga umumnya dapat ditemukan pada air permukaan, limbah, tanah, sayuran mentah, hingga kerang.
Meski begitu, jangan khawatir karena Dr. Erlina menyebut tingkat kematian akibat flu Singapura sangat jarang terjadi, Moms.

Bagaimana Pencegahan Flu Singapura?

Mencegah agar anggota keluarga tidak ada yang tertular flu Singapura sebenarnya cukup mudah. Kuncinya adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan cuci tangan pakai sabun, memastikan kebersihan makanan yang dikonsumsi dan kolam renang apabila memilikinya di rumah.
ADVERTISEMENT
Kemudian pastikan jamban di rumah dilengkapi septic tank-nya, hingga menghindari mandi cuci kakus di sungai, kolam, dan pantai.
"Lalu makan makanan yang matang karena virus flu Singapura juga bisa ditemukan di makanan atau sayuran mentah. Oleh sebab itu makanan itu harus matang dimasaknya, karena virus ini mati pada suhu di atas 50 derajat celcius. Jadi, usahakan mengonsumsi makanan matang dan menghindari seafood yang mentah," tegas dia.
Dan jangan lupa untuk rutin melakukan disinfeksi toilet dan benda-benda yang berada di dalam jangkauan anak.
"Perlu saya bicarakan bahwa vaksin untuk coxsackievirus belum tersedia, namun masih diteliti," tutup Dr. Erlina.