Gangguan Pendengaran pada Anak, Apa Saja Penyebabnya?
ยทwaktu baca 4 menit

Gangguan pendengaran pada anak dapat terjadi pada usia berapa pun, dan dapat menjadi tantangan bagi perkembangan si kecil jika tidak dideteksi dan diobati sejak dini. Karena pendengaran normal diperlukan untuk bayi memahami bahasa lisan, yang di kemudian hari akan menghasilkan ucapan yang jelas.
Nah Moms, gangguan pendengaran saat bayi lahir, atau yang berkembang pada usia bayi dan balita, merupakan masalah yang tidak boleh dianggap sepele. Bahkan, gangguan pendengaran yang bersifat sementara saat bayi pun juga perlu perawatan sedini mungkin. Karena bisa membuat ia kesulitan dalam mempelajari bahasa lisan atau pola bicara seseorang.
Lantas, apa saja penyebab gangguan pendengaran pada anak yang biasanya terjadi?
Penyebab Gangguan Pendengaran pada Anak
Dikutip dari laman Healthy Children, sebagian besar anak mengalami gangguan pendengaran ringan saat ada cairan menumpuk di telinga bagian tengah. Ini bisa dialami ketika anak mengalami pilek, hidung tersumbat, atau infeksi telinga.
Gangguan ringan ini biasanya hanya bersifat sementara, dan akan kembali normal setelah hidung tersumbat atau infeksi membaik. Begitu juga ketika saluran Eustachius (yang menghubungkan telinga bagian tengah ke tenggorokan) mengalirkan sisa cairan ke bagian belakang tenggorokan.
Sekitar 1 dari 10 anak mungkin akan tetap memiliki cairan tersebut di telinga tengahnya setelah mengalami infeksi akibat masalah pada tuba Eustachius. Anak-anak dengan masalah ini nantinya sulit mendengar dengan baik seperti anak-anak umumnya. Oleh karena itu, mereka terkadang mengalami keterlambatan dalam berbicara.
Yang lebih jarang terjadi adalah jenis gangguan pendengaran permanen, yang selalu memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa secara normal. Jenis gangguan pendengarannya berbeda-beda, yaitu:
Gangguan Pendengaran Konduktif
Bila anak mengalami gangguan ini, kemungkinan terjadi kelainan pada struktur liang telinga luar atau telinga tengah. Atau kemungkinan ada sejumlah besar serumen (kotoran) yang tersangkut di liang telinga. Atau penyebab lainnya terdapat cairan di tengah tengah yang mengganggu penyaluran suara.
Gangguan Pendengaran Sensorineural (Tuli Saraf)
Gangguan pendengaran jenis ini disebabkan oleh kelainan pada telinga bagian dalam atau saraf yang membawa 'sinyal' suara menuju otak. Gangguan ini dapat terjadi sejak lahir, bahkan tanpa ada riwayat keluarga yang tuli. Atau bisa juga jika orang tua memiliki riwayat rubella (campak), cytomegalovirus (CMV), toksoplasmosis, atau penyakit menular lain yang memengaruhi telinga bagian tengah selama kehamilan. Maka, akibatnya dapat menginfeksi janin dan membuatnya dpaat kehilangan pendengaran.
Tanda-tanda Gangguan Pendengaran pada Anak yang Berbahaya
Moms, gangguan pendengaran harus dideteksi sesegera mungkin untuk menghindari risiko anak mengalami keterlambatan dalam belajar bahasa. Itulah sebabnya, sebaiknya bayi menjalankan pemeriksaan pendengaran kepada bayi baru lahir sebelum diperbolehkan pulang. Namun, kapan pun Anda merasa bayi mengalami sesuatu yang berbeda, segeralah bawa ke dokter anak.
Beberapa tanda-tanda gangguan pendengaran pada anak yang perlu Anda ketahui, antara lain:
Bayi tidak terkejut dengan suara keras pada usia satu bulan, atau tidak menoleh ke sumber suara pada usai 3-4 bulan
Bayi tidak menyadari kehadiran seseorang sampai ia melihatnya sendiri
Bayi lebih fokus pada suara-suara yang dihasilkan oleh getaran tubuhnya, seperti suara berkumur, ketimbang bereksperimen dengan beraneka ragam bunyi vokal dan konsonan
Telat berbicara atau mengucap kata-kata yang sulit dipahami, ataupun tidak mengucapkan kata-kata tunggal seperti 'papa' atau 'mama' di usia 12-15 bulan
Tidak mengucapkan 5-10 kata pada usia 18 bulan
Tidak bisa menyusun 2 atau 3 kata bersama-sama pada usia dua tahun atau 30 bulan
Tidak selalu merespons ketika dipanggil. Beberapa orang tua kerap menyalahartikan ini sebagai kurang perhatian dari anak, padahal bisa menjadi akibat dari gangguan pendengaran sebagian
Tampak mendengar beberapa suara, misalnya suara tinggi, tetapi tidak mendengar suara lainnya
Kesulitan untuk menjaga kepala tetap tegak dan stabil, atau lebih lambat untuk duduk atau berjalan tanpa bantuan
Jika si kecil mengalami beberapa gejala di atas, mungkin dokter anak Anda akan merujuk ke dokter spesialis THT untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, serta pengobatan apa saja yang dibutuhkannya.
