Kumparan Logo

Gangguan Pertumbuhan Anak Perempuan Bisa Berdampak pada Pubertas dan Reproduksi

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak pendek belum tentu stunting. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Anak pendek belum tentu stunting. Foto: Shutter Stock

Gangguan pertumbuhan pada anak perempuan perlu dideteksi sejak dini. Sebab, kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan kurang gizi atau stunting, tetapi juga bisa berhubungan dengan kondisi kromosom yang berdampak pada pubertas hingga fungsi reproduksi saat dewasa.

Gangguan Pertumbuhan Anak Perempuan Perlu Dideteksi Sejak Dini

Ilustrasi anak stunting. Foto: Shutter Stock

Gangguan pertumbuhan pada anak perempuan perlu mendapat perhatian lebih dari orang tua. Salah satunya karena kondisi tersebut dapat berkaitan dengan masalah yang baru terlihat ketika anak memasuki masa pubertas hingga dewasa.

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp.End., FAAP, FRCPI (Hon.), menjelaskan bahwa ketika anak perempuan mengalami gangguan pertumbuhan, salah satu hal yang perlu diperiksa adalah kondisi kromosom.

“Sebab, gangguan pertumbuhan pada anak perempuan dapat berkaitan dengan gangguan pubertas hingga reproduksi saat dewasa nanti, karena itu, kondisi tersebut perlu diperiksa dan dideteksi sejak dini. Pemeriksaannya bahkan sudah bisa dilakukan sejak anak baru lahir melalui tes darah," jelas Prof Aman beberapa waktu lalu.

Artinya, ketika pertumbuhan anak perempuan terlihat mengalami gangguan, orang tua sebaiknya tidak langsung menganggap kondisi tersebut hanya disebabkan kurang gizi atau stunting.

Penyebab yang mendasarinya juga perlu diperiksa oleh dokter. Dengan deteksi lebih awal, kondisi yang berkaitan dengan pertumbuhan anak dapat diketahui dan ditangani sesuai penyebabnya.

Karena itu, sebaiknya rutin memantau pertumbuhan anak dan berkonsultasi dengan dokter jika menemukan adanya masalah atau pertumbuhan yang tidak sesuai dengan pola yang diharapkan.

Deteksi sejak dini menjadi penting agar penyebab gangguan pertumbuhan bisa diketahui lebih cepat, bukan sekadar menganggap anak mengalami kurang gizi atau stunting.