Gejala dan Cara Atasi Gondongan saat Hamil
·waktu baca 2 menit

Selain terjadi pada anak, gondongan juga bisa terjadi pada ibu hamil. Meski penyakit ini umumnya tidak berbahaya, tetapi bila tidak segera diatasi, maka dikhawatirkan dapat menyebabkan komplikasi kehamilan.
Ya Moms, gondongan merupakan infeksi virus menular yang disebabkan oleh paramyxovirus. Gejala gondongan akan berlangsung sekitar 12 - 25 hari sejak terpapar, dan masa inkubasi akan berlangsung selama 16 - 18 hari.
Dikutip dari Mom Junction, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa gondongan pada trimester pertama dapat menyebabkan komplikasi tertentu. Misalnya saja meningkatkan risiko keguguran hingga pneumonia dan gondong saat bayi lahir.
Pregnancy Birth Baby melansir, gondongan dapat ditularkan melalui tetesan yang menyebar di permukaan seperti dari batuk atau bersin. Virus itu juga dapat menyebar melalui kontak dengan barang-barang yang disentuh orang terinfeksi, atau saat berbagi makanan dan minuman.
Lantas, apa saja gejala gondongan saat hamil?
Gejala Gondongan saat Hamil
Gejala gondong yang paling umum adalah pembengkakan wajah di bawah telinga, dan berlangsung sekitar 10 hari.
Namun, beberapa gejala berikut ini juga umum dialami ibu hamil saat gondongan:
Demam tinggi
Sakit kepala
Nyeri otot
Kelelahan
Penurunan nafsu makan
Meski demikian, dalam beberapa kasus, seseorang–termasuk ibu hamil–yang mengalami gondongan mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi masih dapat menularkan pada orang lain.
Cara Atasi Gondongan saat Hamil
Sebagian besar penyakit gondongan akan sembuh dengan sendirinya, sehingga ibu hamil tidak perlu melakukan perawatan atau pengobatan khusus untuk mengatasinya.
Obat yang diberikan pun hanya berguna untuk mengatasi gejalanya saja. Misalnya bila demam, dokter akan memberikan obat parasetamol untuk menurunkan demam sekaligus meredakan nyeri otot.
Selain itu, cobalah untuk kompres air dingin atau es batu untuk mengurangi nyeri di kelenjar yang bengkak. Ibu hamil juga dianjurkan untuk menjaga asupan cairan dan mengonsumsi makanan dengan konsistensi cair. Sebab, makanan padat mungkin menjadi lebih sulit dikunyah dan ditelan karena kelenjar membengkak.
Salah satu cara untuk mencegah gondongan adalah vaksin MMR. Biasanya, vaksin ini diberikan saat bayi, dan dilanjutkan dengan dosis kedua saat usia 4 - 6 tahun.
Akan tetapi, vaksin MMR tidak dianjurkan untuk diberikan kepada ibu hamil atau yang sedang berencana hamil. Oleh karena itu, sebisa mungkin pastikan Anda sudah mendapatkan vaksin MMR sebelum merencanakan kehamilan.
