Gejala dan Cara Deteksi Kanker Tulang pada Anak
ยทwaktu baca 2 menit

Selain orang dewasa, kanker juga bisa terjadi pada anak-anak. Salah satu jenis kanker yang bisa menyerang anak adalah kanker tulang atau dikenal dengan osteosarkoma. Jenis kanker ini akan menyebar secara bertahap mulai dari tulang, kelenjar getah bening, jaringan, dan organ tubuh lainnya.
Mom Junction melansir, ada berbagai jenis kanker tulang yang bisa terjadi. Namun, hanya terdapat dua jenis kanker tulang yang umum terjadi pada anak, yaitu osteosarkoma dan sarkoma ewing. Keduanya merupakan tumor ganas yang menyumbang sekitar 3-10 persen kasus kanker pada anak.
Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti terjadinya kanker tulang pada anak. Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker tulang terjadi akibat mutasi DNA di dalam tubuh, terutama di bagian tulang anak. Lantas, apa saja gejalanya?
Gejala Kanker Tulang pada Anak
Biasanya, gejala dan tanda kanker tulang setiap anak dapat bervariasi, tergantung pada usia, status kesehatan, ukuran, serta lokasi tumbuhnya tumor ganas ini. Namun, tulang-tulang yang terletak di lengan dan kaki adalah tempat yang paling umum terjadi.
Selain lengan dan kaki, kanker tulang juga dapat mempengaruhi tulang lainnya, seperti tulang panggul, tulang rahang, tulang bahu, dan tulang paha. Sehingga, terdapat beragam gejala yang bisa terjadi, seperti:
Lokasi tumor terasa kaku bila disentuh
Nyeri sendi yang terus menerus terjadi sampai mengganggu waktu tidur
Fraktur atau cedera tanpa penyebab
Penurunan kemampuan motorik
Nyeri punggung dan sulit menahan buang air kecil jika tumor tumbuh di panggul atau dekat tulang belakang
Penurunan berat badan
Anemia
Kelelahan
Hanya saja, jika dicurigai adanya tumor pada salah satu tulang si kecil tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala tersebut, kemungkinan dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lain. Pemeriksaan itu meliputi sinar-X, CT scan, pemindaian magnetic resonance imaging (MRI), pemindaian tomografi emisi positron (PET-CT), pemindaian tulang, dan biopsi untuk mengidentifikasi tingkat keganasan tumor.
Setelah memberikan diagnosis, dokter akan menyarankan si kecil untuk melakukan beberapa perawatan berdasarkan tingkat keganasannya. Mulai dari operasi, kemoterapi, radioterapi, dan terapi target untuk sel-sel kanker.
