Kumparan Logo

Gejala dan Komplikasi Diabetes Tipe 2 pada Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak dengan diabetes. Foto: anetta/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dengan diabetes. Foto: anetta/Shutterstock

Diabetes atau yang kerap disebut penyakit gula, bukan hanya terjadi pada orang dewasa saja, melainkan juga pada anak-anak. Biasanya, diabetes yang kerap terjadi pada anak adalah diabetes tipe satu.

Hanya saja, pola hidup yang tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko penyakit ini sehingga memungkinkan anak mengalami diabetes tipe dua, Moms.

Mengutip Mayo Clinic, penyebab diabetes tipe dua tidak diketahui secara pasti. Namun, selain pola hidup yang tidak sehat, faktor genetik juga dapat menjadi pemicunya.

Sebelumnya Anda perlu paham bahwa sebagian besar gula dalam tubuh berasal dari makanan yang dikonsumsi. Sehingga, ketika makanan dicerna, gula tersebut akan masuk ke dalam aliran darah. Bila kadar gula dalam darah anak meningkat, maka dapat menyebabkan diabetes, salah satunya diabetes tipe dua. Lalu, seperti apa gejalanya?

Gejala Diabetes Tipe 2 pada Anak

Ilustrasi anak buang air kecil. Foto: Shutterstock

Dikutip dari Healthline, gejala diabetes tipe dua cenderung sulit diketahui secara langsung. Sebab, dalam kebanyakan kasus, gejala penyakit ini berkembang secara bertahap, sehingga sering dianggap sebagai hal yang wajar.

Beberapa gejala yang umum terjadi, yaitu:

1. Kelelahan yang berlebihan

Anak yang terkena diabetes tipe dua sering mengalami kelelahan berkepanjangan dan mengantuk. Hal ini disebabkan karena perubahan gula darah yang memengaruhi tingkat energi anak.

2. Sering buang air kecil

Kadar gula berlebih di dalam darah bisa mengalir dan masuk ke dalam urine, dan diikuti oleh air. Hal ini kerap membuat anak menjadi ingin sering buang air kecil.

3. Sering merasa haus

Ilustrasi anak haus. Foto: Shutterstock

Meningkatnya rasa haus yang berlebihan adalah hal yang perlu diwaspadai. Sebab, gejala ini dapat menjadi tanda meningkatnya kadar gula dalam darah.

4. Sering merasa lapar

Anak yang terkena diabetes tidak memiliki insulin yang cukup untuk menyediakan energi untuk sel-sel tubuh. Sehingga, tak heran bila anak-anak menjadi sering merasa lapar.

5. Penyembuhan luka yang lambat

Ilustrasi anak menggunakan plester luka. Foto: Shutter Stock

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan waktu penyembuhan luka dan infeksi kulit menjadi lebih lama.

6. Kulit menggelap

Selain penyembuhan luka yang lambat, resistensi insulin dapat memengaruhi warna kulit anak, yakni menjadi lebih gelap. Biasanya, kondisi ini terjadi di bagian ketiak dan belakang leher.

Komplikasi Diabetes Tipe 2 pada Anak

Ilustrasi pemeriksaan mata pada anak. Foto: Shutterstock

Medical News Today melansir, anak-anak yang terkena diabetes tipe dua berisiko mengalami komplikasi yang serius saat usia dewasa, seperti:

  • Stroke

  • Tekanan darah tinggi

  • Kadar kolesterol dalam darah meningkat

  • Gangguan penglihatan

  • Gangguan saraf

  • Kerusakan organ tubuh, seperti ginjal dan jantung

  • Komplikasi kehamilan bagi wanita