Kumparan Logo

Gejala dan Penyebab Bintitan pada Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak bintitan.  Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bintitan. Foto: Thinkstock

Apakah Anda pernah melihat adanya benjolan kemerahan di kelopak mata anak? Bila ya, kemungkinan anak mengalami bintitan atau iritasi pada kelopak mata.

Mengutip FirstCry Parenting, biasanya bintitan muncul menyerupai jerawat dan terletak di bagian luar atau dalam kelopak mata. Kondisi ini pun lebih banyak terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa, Moms.

Meski begitu, bintitan bukanlah kondisi medis yang serius atau perlu ditakutkan. Benjolan tersebut dapat mengempis dengan sendiri dalam waktu 7-21 hari.

Hanya saja, benjolan itu bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan terkadang muncul rasa gatal bahkan nyeri di kelopak mata. Lantas, apa saja gejala dan penyebab bintitan pada anak?

Gejala Bintitan pada Anak

Beberapa gejala bintitan yang bisa terjadi pada anak meliputi:

Ilustrasi anak sakit mata. Foto: Thinkstock
  • Muncul benjolan atau pembengkakan di kelopak mata

  • Area benjolan jadi kemerahan

  • Nyeri di area benjolan

  • Timbul nanah di kelopak mata atau di dalam benjolan

  • Mata jadi sensitif terhadap cahaya

  • Terasa ada yang mengganjal di mata

  • Mata berair

  • Muncul kerak di kelopak mata

  • Kelopak mata gatal

Penyebab Anak Bintitan

Umumnya kelopak mata memiliki kelenjar sebaceous yang menghasilkan minyak dan kelenjar penghasil keringat yang bantu menjaga mata agar tetap lembab.

Jika salah satu kelenjar tersebut terinfeksi bakteri staphylococcus aureus, maka dapat menyebabkan penyumbatan, sehingga menghasilkan benjolan merah di sekitar mata atau bintitan. Bakteri ini dapat muncul jika mata terlalu sering terpapar polusi udara dan kebersihan mata kurang terjaga.

Selain infeksi bakteri, bintitan juga bisa disebabkan oleh tersumbatnya kelenjar akibatnya adanya sel kulit mati di dalam mata. Ditambah lagi, bila anak sering menggosok atau menyentuh mata terlebih dahulu.

Ilustrasi anak mengucek mata. Foto: Shutter Stock

Maka dari itu, sebelum menyentuh area mata, sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun dan air mengalir untuk menghindari bakteri.

Namun, jika benjolan mulai terlihat di area mata, segera kompres dengan kain lembut yang bersih dan air hangat. Ya Moms, hal ini dilakukan untuk meredakan nyeri dan membuat nanah di permukaan benjolan jadi cepat pecah.

kumparan post embed