Kumparan Logo

Hamil di Luar Kandungan, Ini Gejala, Penyebab, dan Risiko yang Perlu diketahui

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kehamilan yang tidak direncanakan. Foto: Kmpzzz/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kehamilan yang tidak direncanakan. Foto: Kmpzzz/Shutterstock

Moms, pernah mendengar istilah hamil di luar kandungan atau hamil ektopik? Meski terdengar membingungkan, kondisi ini nyata dan cukup sering terjadi.

Normalnya, sel telur yang sudah dibuahi akan menempel pada rahim. Namun pada kehamilan ini sel telur justru tumbuh di luar rahim.Sel telur bisa menempel di tuba falopi, ovarium, perut, bahkan bagian bawah leher rahim (serviks).

Dikutip dari WebMD, lebih dari 90% kasus kehamilan ektopik terjadi di tuba falopi, yang dikenal dengan istilah kehamilan tuba. Gejala kehamilan ektopik bisa muncul cukup dini, yaitu antara minggu ke 4-12 kehamilan.

Penyebab Hamil di Luar Kandungan

Ilustrasi ibu hamil mengalami kram perut Foto: Shutterstock

Belum diketahui penyebab pasti terjadinya kehamilan ektopik. Namun salah satu pemicu utamanya adalah tuba falopi yang rusak, sehingga sel telur yang telah dibuahi terhalang masuk ke dalam rahim.

Bisakah Bayi Bertahan Saat Hamil di Luar Kandungan?

Sayangnya, sel telur yang menempel di luar rahim tidak bisa bertahan hidup. Karena janin tidak mendapat suplai darah dan nutrisi yang dibutuhkan.

Faktanya, hamil di luar kandungan adalah penyebab utama keguguran pada trimester pertama. Kondisi ini akan selalu berakhir dengan keguguran, baik secara alami maupun melalui tindakan medis, demi keselamatan ibu.

Gejala Hamil di Luar Kandungan

Ilustrasi sakit, nyeri atau kram perut. Foto: bluedog studio/Shutterstock

Selain gejala umum kehamilan seperti mual, muntah, dan haid yang terlewat, ada ciri khas yang perlu diwaspadai seperti:

  1. Kram perut tajam

  2. Nyeri di salah satu sisi tubuh

  3. Rasa sakit di bahu, leher, atau rektum

  4. Pendarahan dari vagina

Jika Anda mengalami gejala ini, segera periksakan diri ke tenaga medis.

Jenis Kehamilan Ektopik

Terdapat berbagai jenis kehamilan ektopik seperti:

  1. Kehamilan ektopik ovarium (OEP) di mana sel telur menempel di bagian luar ovarium.

  2. Kehamilan ektopik perut ketika embrio menempel di rongga perut.

  3. Kehamilan ektopik serviks yakni sel telur menempel di saluran serviks.

  4. Bekas luka operasi caesar (CSEP), sel telur menempel pada jaringan parut dari operasi caesar sebelumnya.

Faktor Risiko Hamil di Luar Kandungan

Beberapa faktor ini bisa menjadi pemicu Anda mengalami kehamilan ektopik seperti:

  1. Merokok

  2. Berusia di atas 35 tahun

  3. Pernah mengalami infeksi menular seksual

  4. Memiliki bekas luka dari operasi panggul

  5. Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya

  6. Pernah menjalani prosedur ligasi tuba atau pembalikannya

  7. Menjalani perawatan kesuburan seperti IVF