Kumparan Logo

Hamil Kosong, Bisakah Dipertahankan?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
perut ibu hamil Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
perut ibu hamil Foto: Shutterstock

Bagi para pejuang garis dua atau kehamilan, tanda positif pada test pack tentu membawa kebahagiaan yang besar. Sayangnya, tidak semua kehamilan berjalan lancar. Setiap ibu mengalami hambatan dan tantangan sendiri saat hamil.

Salah satu kondisi yang bisa terjadi di awal kehamilan adalah hamil kosong. Dalam dunia medis, hal ini juga disebut blighted ovum atau kehamilan anembrionik.

Pada kondisi ini, sel telur yang telah dibuahi tertanam di dalam rahim tetapi tidak berkembang menjadi embrio. Jadi, hanya terdapat kantung dan plasenta saja tanpa janin di dalam rahim.

Lantas, apa mungkin kehamilan ini bisa dipertahankan?

Kemungkinan Hamil Kosong Bisa Dipertahankan

Ilustrasi wanita keguguran. Foto: Motortion Films/Shutterstock

Hamil kosong bisa terjadi akibat kualitas sperma atau sel telur yang buruk, tapi bisa juga terjadi karena pembelahan sel yang tidak normal setelah pembuahan. Namun, pada kebanyakan kasus kehamilan anembrionik disebabkan oleh kelainan kromosom. Hal ini dijelaskan oleh dokter kandungan di Michigan, Octavia Cannon, DO., seperti dikutip dari Parents.

Kehamilan anembrionik tidak memiliki janin di dalamnya, sehingga kondisi ini tidak bisa dipertahankan, Moms. Kehamilan ini biasanya berakhir dengan keguguran alami atau pengangkatan janin oleh dokter. Kondisi ini juga menjadi 50 persen penyebab keguguran pada trimester pertama.

Kendati demikian, beberapa ibu yang didiagnosis mengalami hamil kosong justru bisa mempertahankannya hingga melahirkan. Hal ini bisa saja terjadi ketika ada kesalahan diagnosis oleh dokter saat melakukan tes USG.

Mengutip Web MD, blighted ovum biasanya baru terdeteksi pada usia kehamilan 9 minggu. Oleh karenanya, wajar saja bila Anda melakukan USG sebelum usia kehamilan tersebut janin masih belum terlihat. Sehingga, Anda sebaiknya kembali melakukan USG di usia kehamilan yang lebih besar untuk memastikan embrio berkembang atau tidak.

Tanda Ibu Mengalami Hamil Kosong

Ilustrasi ibu hamil mengalami kram perut Foto: Shutterstock

Kebanyakan wanita tidak sadar mengalami hamil kosong, sebab, pada awalnya plasenta tetap berkembang dan kadar hormon hCG tinggi saat pemeriksaan kehamilan. Apalagi, hamil kosong hanya bisa terdeteksi melalui tes USG.

Wanita dengan hamil kosong akan mengalami kram perut ringan seperti pada kehamilan normal. Ini karena rahim menebal sebagai persiapan untuk pertumbuhan embrio. Bedanya, kram pada kehamilan kosong sering kali disertai bercak darah coklat pekat pada vagina.

Pada beberapa kasus, hamil kosong juga tidak terdeteksi hingga sel telur meluruh dengan sendirinya dan menyebabkan pendarahan hebat atau keguguran, Moms.