Kumparan Logo
Hari Ibu
Dulunya, Hari Ibu diperingati untuk mengenang perjuangan perempuan dalam meningkatkan kualitas bangsa.

Hari Ibu Bukan Cuma untuk Perempuan yang Sudah Punya Anak?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Hari Ibu. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hari Ibu. Foto: Thinkstock

Setiap tahunnya, Indonesia merayakan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember. Momen ini biasanya diungkapkan dengan berbagai cara. Mulai dari memberikan ucapan, hingga kado spesial untuk ibu tersayang.

Namun, tahukah kamu kalau ternyata, perayaan Hari Ibu bukan hanya untuk perempuan yang sudah punya anak saja?

Hari Ibu Bukan Hanya untuk Perempuan yang Sudah Punya Anak Saja

Ya Moms, Hari Ibu di Indonesia bisa dikatakan unik dan berbeda dari negara-negara lain. Hari Ibu bukan sekadar perayaan sosok yang melahirkan anak saja. Melainkan, momen penting merayakan peran perempuan dengan kasih, pelajaran, inspirasi hingga kekuatan dan ketulusannya untuk melindungi setiap hari.

Chief of kumparanMOM, Prameshwari Sugiri di acara MMMI. Foto: kumparan

Chief of kumparanMOM, Prameshwari Sugiri, dalam sambutannya di acara My Mom My Inspiration mengatakan bahwa sejatinya semua perempuan berhak dan perlu merayakannya.

"Kami di kumparan percaya, ada begitu banyak sosok ibu hebat dalam hidup kita semua. Sosok yang telah memberi berbagai pelajaran berharga, hingga kita bisa sampai di titik ini. Mulai dari ibu kandung, ibu mertua, ibu dosen, sampai ibu bos, misalnya," ungkap Prameshwari saat memberikan sambutan di acara My Mom My Inspiration 2020, Selasa (22/12).

Hal ini juga disinggung oleh Chief of kumparanWOMAN, Fitria Sofyani, dalam acara yang sama. Ia mengingatkan sejarah Hari Ibu Nasional yang sangat erat kaitannya dengan sosok perempuan yang menginspirasi, terlepas ia seorang ibu atau pun bukan.

Ya, 92 tahun lalu, tepatnya pada 22-25 Desember 1928, sejumlah perempuan dari berbagai organisasi berkupul untuk menghadiri kongres perempuan Indonesia yang pertama. Pada kongres tersebut, mereka berdiskusi mengenai hak-hak perempuan, pendidikan dan isu perkawinan dini.

Momen tersebut, juga dikenang sebagai tonggak awal perjuangan perempuan Indonesia. Hingga akhirnya, tanggal 22 Desember pun diresmukan sebagai sebuah perayaan nasional untuk merayakan semangat perempuan.

Fitria Sofyani, Chief of kumparanWOMAN di MMMI Foto: kumparan

"Kami percaya, bahwa seorang perempuan dapat menjadi inspirasi yang kuat dan sosok yang menguatkan dalam perjalanan kehidupan kita. Terlepas ia adalah seorang ibu atau pun bukan," jelas Fitria.

Bila kita sudah menjadi seorang ibu, maka teruslah semangat, Moms. Tak perlu takut menjalani peran tersebut, karena setiap hari kita akan terus belajar dari anak-anak, hingga ibu lain yang saling menginspirasi.

"Karena berbekal pelajaran hidup, inspirasi, kemajuan untuk jadi lebih baik serta semangat untuk saling menguatkan dan melindungi, yakin saja: #IbuPastiBisa," jelas Prameshwari.

Jadi, selamat Hari Ibu bagi seluruh ibu dan seluruh perempuan hebat di Indonesia. Mari sama-sama rayakan kekuatan dan pencapaian perempuan.