Kumparan Logo

Hari Lansia Nasional, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi lansia, kakek dan nenek. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lansia, kakek dan nenek. Foto: Shutterstock

Tanggal 29 Mei diperingati sebagai Hari Lansia Nasional. Ya Moms, jangan biarkan hari ini berlalu begitu saja. Apalagi, kalau kita masih punya orang tua yang mungkin hidup bersama kita atau sering ikut membantu mengasuh anak-anak kita.

Orang tua Anda yang sudah lanjut usia harus mendapat kesejahteraan. Sebagai seorang anak, Anda juga harus memastika mereka sehat jiwa dan raga.

Menurut UU No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia di atas 60 tahun. Secara biologis, setiap warga lanjut usia akan mengalami proses penuaan secara terus menerus yang ditandai dengan berkurangnya daya tahan fisik dan semakin rentan terhadap berbagai serangan penyakit. Hal ini disebabkan karena pada tubuh kaum lansia mulai terjadi perubahan struktur dan fungsi pada sel, jaringan serta sistem organ.

Proses ini merupakan hal yang wajar dan konsekuensi normal dari penuaan. Ada berbagai macam penyakit degeneratif yang bisa dialami kaum lansia, sehingga memang perlu mendapat perhatian ekstra dari keluarga dan orang-orang terdekat.

Ilustrasi lansia, nenek dan cucu. Foto: Shutterstock

Lantas, sebagai seorang anak, apa saja yang bisa Anda lakukan untuk ikut menyejahterakan orang tua Anda yang sudah lanjut usia?

Menurut dra. Bunda Sri Sugiri, MHum, Pengamat Ageing Studies dari Dept. Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI, Anda harus peka dengan kebutuhan-kebutuhan orang tua Anda.

"Harus ada sense of ageing. Harus peka dengan kebutuhan psikobiososial dari si lansia. Orang tuanya bukan yang dulu lagi, sudah rewel, sensi, enggak fokus dan sebagainya," jelas dra. Bunda saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (29/5).

Ya Moms, mengurus orang tua yang sudah lanjut usia tak hanya sebatas pada perawatan kesehatan fisik, tetapi juga pada kesehatan psikologis dan sosiologis. Kualitas hidup lansia cenderung terus menurun seiring dengan bertambahnya usia. Penurunan kapasitas mental, perubahan peran sosial, demensia (kepikunan), dan post power syndrome adalah beberapa hal yang sering dialami lansia.

"Kenali lansia (orang tua Anda). Ada apa pada dirinya. Buat saya, harus dahulukan happy dulu baru healthy. Kenapa? Penyakit orang tua seperti jantung, encok, dll, itu ada obatnya. Tapi loneliness, useless, misscom, itu susah," kata Bunda yang sudah mengamati dan mengkaji studi lanjut usia sejak 1986.

Ilustrasi lansia, kakek dan cucu. Foto: Shutterstock

Anda juga perlu mengamati bagaimana orang tua Anda berkegiatan. Meski begitu, Anda tidak perlu menawarkan bantuan terlebih dahulu atau melarang mereka untuk melakukan sesuatu selama hal itu tidak membahayakan. Jaga perasaan orang tua Anda agar tidak tersinggung, Moms.

Sebagai anak, Anda juga harus menghormati hak orang tua Anda sebagai pengambil keputusan dan jangan pernah memaksakan kehendak Anda. Hargailah mereka sebagai orang yang mandiri.

"Jangan juga gampang-gampang mengatakan pada lansia, yang terbaik itu adalah tinggal bersama keluarga. It depends on si lansia," jelas Bunda.

Ilustrasi lansia, nenek dan cucu. Foto: Shutterstock

Untuk menjaga kesehatan fisik dan psikis, orang tua lansia Anda sebaiknya masih melakukan berbagai aktivitas sehari-hari yang bisa mereka lakukan. Anda dapat menyarankan berbagai kegiatan yang disukai untuk menjaga fungsi motorik dan kognitif seperti menyiram tanaman, melukis, membaca, memasak, bermain dengan cucu, dan kegiatan lainnya.