Haruskah Bayi Disendawakan Usai Menyusu Sambil Tiduran? Ini Penjelasannya!
·waktu baca 2 menit

Moms, haruskah bayi disendawakan usai menyusu sambil tiduran? Pertanyaan ini sering muncul pasalnya setelah bayi selesai menyusu sambil tiduran, sering kali ia langsung terlelap dengan pulas.
Meski tampak nyaman, bayi tetap bisa menelan udara saat menyusu. Jika udara ini tidak dikeluarkan, perutnya bisa terasa penuh, menyebabkan rewel, atau membuatnya terbangun di tengah malam.
Dikutip dari Healthline sendawa adalah bagian penting dari proses menyusu. Menyendawakan bayi setelah menyusu, bahkan ketika ia sudah tertidur, dianjurkan untuk menjaga kenyamanan dan kualitas tidurnya.
Cara Menyendawakan Bayi Saat Tidur
Menyendawakan bayi yang tertidur perlu dilakukan dengan lembut agar tidak mengganggu tidurnya. Beberapa posisi yang bisa Anda coba:
Di pundak
Gendong bayi tegak di pundak, topang kepala dan lehernya, lalu tepuk punggung perlahan.
Di dada
Letakkan bayi setengah tegak di dada, kepala bayi di bawah dagu Anda, kemudian gosok punggungnya.
Di pangkuan
Tidurkan bayi tengkurap di paha dengan kepala sedikit lebih tinggi, lalu usap punggungnya.
Sendawa biasanya keluar dalam 1–2 menit. Jika tidak, tidak perlu dipaksakan, selama bayi tampak tenang, ia bisa melanjutkan tidurnya.
Apakah Semua Bayi Perlu Disendawakan?
Tidak semua bayi harus disendawakan setiap kali menyusu. Beberapa bayi jarang menelan udara sehingga tetap nyaman tanpa sendawa. Namun, untuk bayi yang lebih sering kembung, kolik, atau memiliki refluks (GERD), menyendawakan sangat dianjurkan.
Tips Aman Menyendawakan
Selalu topang kepala dan leher bayi dengan baik.
Lakukan perlahan, jangan terburu-buru.
Jangan memaksa bila bayi sudah tampak nyaman.
Konsultasikan ke dokter anak jika bayi sering rewel meski sudah disendawakan.
