Haruskah Ibu Menyusui Menghindari Makanan Khas Lebaran?

Lebaran rasanya tidak lengkap tanpa kehadiran ragam hidangan khasnya. Aneka makanan bersantan, berlemak, dan bercita rasa pedas biasanya tersaji lengkap di hadapan Anda. Mulai dari rendang, gulai atau sambal goreng yang mungkin tak pernah absen tiap tahunnya.
Namun bagaimana jika Anda tengah menyusui? Apakah makanan-makanan ini bisa mempengaruhi produksi ASI atau merugikan bayi?
Tenang, Moms, pahami dulu dengan tepat masalahnya. Yang pertama harus Anda ketahui adalah rasa dan aroma ASI memang dapat dipengaruhi oleh makanan yang Anda makan. Karenanya, bayi yang minum ASI biasanya sudah terlatih mengembangkan banyak rasa dari beragam makanan yang Anda makan, termasuk makanan bersantan dan rasa pedas.
Meski begitu, kondisi tersebut tak serta merta menimbulkan risiko secara langsung pada bayi, seperti membuat si kecil mencret atau diare. Mengkonsumsi makanan pedas berlebihan sesungguhnya hanya berisiko pada diri Anda sendiri, karena dapat memicu timbulnya diare atau gangguan pencernaan lainnya.
Yang mungkin bisa jadi masalah kemudian adalah bila karena makanan khas Lebaran yang pedas membuat Anda mengalami diare atau gangguan pencernaan. Kondisi ini dapat menyebabkan Anda mengalami dehidrasi sehingga menurunkan kualitas ASI. Karena itu, untuk menjaga kesehatan pribadi dan menjaga kualitas ASI, ada baiknya Anda membatasi asupan makanan pedas saat Lebaran, Moms.
Mengutip laman Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), ibu menyusui sebenarnya bebas memilih jenis makanan yang disukai. Tapi ingat, harus tetap memperhatikan kandungan gizi dari makanan tersebut ya, Moms. Asalkan tidak berlebihan, mengkonsumsi makanan bersantan dan berbumbu pedas, seperti rendang atau sambal goreng kentang sebenarnya aman-aman saja bagi ibu menyusui.
