Hasil Polling Mingguan kumparanMOM: 70% Ibu Memerah ASI dengan Pompa Elektrik
·waktu baca 3 menit

Pompa ASI jadi salah satu perlengkapan yang dimiliki banyak ibu menyusui. Adanya pompa ASI memudahkan ibu untuk menyiapkan stok ASI perah bagi si kecil ketika mereka tidak bisa menyusui langsung.
Beberapa ibu memilih pompa ASI elektrik karena dianggap lebih praktis. Tapi tidak sedikit juga yang lebih nyaman menggunakan pompa ASI manual.
Berdasarkan hasil polling mingguan kumparanMOM periode Kamis (13/10) hingga Jumat (14/10) di akun Instagram @kumparanMOM, sebanyak 70 persen ibu memerah ASI menggunakan pompa elektrik. Sementara itu, 30 persen ibu lainnya lebih nyaman menggunakan pompa manual.
Polling yang sama juga dilakukan di WA grup komunitas teman kumparan periode Jumat (14/10) hingga Minggu (16/10). Hasilnya pun sama, 70 persen ibu menggunakan pompa ASI elektrik dan 30 persen lainya lebih memilih pompa ASI manual.
Ya Moms, baik pompa ASI elektrik atau manual sebenarnya sama-sama baik digunakan untuk memerah ASI. Namun, penggunaannya memang tergantung pada kebutuhan dan kenyamanan masing-masing ibu menyusui. Lantas, apa yang membedakan keduanya?
Kelebihan dan Kekurangan Pompa ASI Elektrik
Kelebihan
Menghemat tenaga karena mesin pompa yang melakukan pekerjaan pada payudara.
Menghemat waktu memerah dan mendapatkan hasil yang lebih banyak. Pompa elektrik ganda dapat memerah ASI lebih banyak dengan waktu yang lebih singkat.
Pengoperasian pompa elektrik mudah dipelajari sehingga lebih praktis.
Membantu ibu yang kesulitan menggerakkan tangannya, terutama bagi penderita penyakit nyeri pada tangan, seperti penderita Carpal tunnel syndrom (CTS).
Lebih efektif bagi ibu bekerja saat memompa di tempat kerja.
Memerah ASI menggunakan pompa elektrik memungkinkan ibu sambil melakukan pekerjaan lainnya.
Lebih efektif dalam memproduksi ASI, terutama untuk bayi prematur yang belum bisa menyusu langsung kepada ibu.
Kekurangan
Pompa ASI elektrik umumnya harganya mahal, terutama pompa ganda.
Komponen-komponen mesin pompa bisa patah, rusak, hilang, atau tidak terbawa saat bepergian sehingga alat pompa menjadi tidak berfungsi.
Sumber tenaga listrik untuk alat pompa tidak selalu tersedia, terutama jika ibu harus memompa ASI di luar rumah.
Suara mesin pompa ASI bisa menggangu atau menarik perhatian.
Tempat yang bersih dengan air bersih yang mengalir untuk mencuci komponen alat pompa tidak selalu tersedia di luar rumah.
Kelebihan dan Kekurangan Pompa ASI Manual
Kelebihan
Pompa ASI manual harganya jauh lebih murah daripda pompa elektrik.
Cara pompa ASI manual bekerja mirip dengan isapan mulut bayi sehingga ibu lebih nyaman saat menggunakannya.
Bisa memerah ASI kapan pun dan di manapun karena tidak membutuhkan daya listrik.
Pompa ASI manual tidak menimbulkan suara bising yang mengganggu.
Komponennya yang sedikit membuat pompa ASI manual lebih mudah dibersihkan.
Kekurangan
Tidak memiliki dukungan teknologi baterai atau listrik.
Ibu harus selalu menggunakan tangannya saat memompa, sehingga tidak bisa sambil melakukan aktivitas lain. Hal ini juga membuat tangan ibu mudah pegal atau kram.
Kecepatan pompa rendah sehingga ibu membutuhkan waktu lebih lama untuk memerah ASI.
Ibu harus memompa ASI secara bergantian pada setiap payudara.
