Kumparan Logo

Hati-hati, Mengayun Bayi Terlalu Keras dapat Menyebabkan Cedera Otak

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi yang digendong sambil berjalan jadi berhenti menangis Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bayi yang digendong sambil berjalan jadi berhenti menangis Foto: Shutterstock

Bayi kecil Anda memang menggemaskan, Moms. Saking gemasnya, Anda sekeluarga selalu ingin menyentuh dan berinteraksi dengannya.

Namun demikian, jangan pernah lelah mengingatkan pasangan, keluarga dan kerabat Anda untuk berhati-hati saat menggendong dan mengajaknya bermain, seperti mengayun tubuh mungilnya itu.

Ini karena bayi memiliki otot leher dan otak yang masih lemah, begitu juga pembuluh darahnnya, berbeda dengan orang dewasa.

Mengayun atau mengguncang bayi mungkin terlihat sebagai aktivitas yang tidak berbahaya, namun seperti yang disebutkan tadi, kondisi tubuh bayi yang masih lemah bisa membuat guncangan pada tubuhnya menjadi berbahaya, bahkan bisa menyebabkan cedera otak dan cedera kepala.

Ilustrasi mengayun bayi. Foto: Thinkstock

Dalam istilah medis, shaken baby syndrome adalah kondisi yang muncul bila anak diayun atau diguncang terlalu keras. Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), guncangan hebat dapat menyebabkan otak bayi mengalami perputaran atau pergeseran pada batang otaknya, sehingga terjadi robekan pada saraf dan pembuluh darah.

Shaken baby syndrome biasanya dialami oleh anak di bawah 2 tahun dan menurut Health Line, guncangan keras yang diterima bayi selama lima detik saja sudah bisa membahayakan.

Gejala yang muncul antara lain bayi akan menjadi rewel atau malah tertidur terus, muntah-muntah dan tidak mau makan. Gejala lain yang muncul adalah penurunan kesadaran pada bayi, kejang, muntah, malas menyusui, dan kontak berkurang.

Bahkan, bila bayi sudah mengalami kerusakan otak berat, pernapasannya bisa terganggu bahkan hingga berhenti. Shaken baby syndrome juga dapat menyebabkan cedera mata seperti pendarahan retina serta menimbulkan memar atau luka di tubuhnya.

Ilustrasi bayi di dalam ayunan Foto: Shutterstock

Shaken baby syndrome juga merupakan alasan mengapa sebaiknya Anda menghindar dari bayi saat sedang marah atau kesal. Beberapa kasus shaken baby syndrome terjadi saat orang tua atau pengasuh bayi sedang merasa marah dan akhirnya mengguncang bayi dengan keras. Karena itu, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda bayi Anda telah mengalami tindak kekerasan, termasuk dari orang yang mengasuhnya.

Untuk menghindari shaken baby syndrome, IDAI menyarankan agar Anda sebaiknya menggunakan ayunan khusus bayi, bukan dengan mengayun menggunakan tangan.

Mengguncang bayi terlalu keras juga dapat dilakukan oleh pengasuh bayi, karena itu, bila Anda memilih untuk menggunakan pengasuh, pastikan orang yang Anda pilih memiliki kesabaran dan kondisi psikologis yang bagus agar tidak melakukan kekerasan pada anak Anda.