Kumparan Logo

Hubungan Merangkak dengan Kemampuan Konsentrasi Bayi

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi merangkak (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi merangkak (Foto: Shutterstock)

Moms, sadarkah Anda, saat bayi merangkak ada begitu banyak hal yang sebenarnya tengah terjadi. Ya, merangkak merupakan satu aktivitas penting di mana saat melakukannya bayi akan menggunakan banyak kemampuan motorik maupun kognisinya.

Para ahli perkembangan bahkan menemukan hubungan merangkak dengan kemampuan konsenstrasi bayi. Kemampuan ini sangat penting dan perlu diasah sejak dini agar bayi terampil. Keterampilan konsentrasi merupakan bagian penting dari perkembangan bayi Anda. Mengapa?

Konsentrasi adalah kemampuan bayi Anda untuk fokus pada satu hal dalam jangka waktu tertentu, entah itu merangkak ke arah mainan yang menarik atau mengambil camilan lezat itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Semakin lama bayi Anda dapat fokus pada sesuatu, semakin besar kemungkinannya untuk bisa mencapai satu tujuan.

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki keterampilan konsentrasi sejak bayi, akan memiliki kemampuan bahasa dan mampu memecahkan masalah lebih baik di kemudian hari. Dia juga akan lebih mudah bekerja sama maupun bergaul dengan orang lain sehingga cenderung berprestasi dalam berbagai bidang yang ditekuninya.

ilustrasi bayi di dalam perut  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi bayi di dalam perut (Foto: Thinkstock)

Merasa bayi Anda masih terlalu kecil untuk dilatih berkonsentrasi? Jangan salah, Moms, sebenarnya, bayi bahkan mulai belajar berkonsentrasi sejak ia masih di dalam rahim Anda. Satu penelitian menunjukkan bahwa pada kehamilan 34 minggu, bayi sudah dapat menyimpan informasi dan mengingatnya hingga empat minggu kemudian.

Tapi setelah lahir, bayi hanya dapat berkonsentrasi untuk waktu yang sangat singkat. Lantas saat menginjak usia dua atau tiga bulan, bayi dapat cukup berkonsentrasi untuk memahami urutan gambar dan bahkan mungkin ingat di mana gambar akan muncul berikutnya dalam satu pola.

Motivasi bayi merangkak dengan mainan terowongan (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Motivasi bayi merangkak dengan mainan terowongan (Foto: Shutterstock)

Di usia empat bulan, meningkatnya penglihatan bayi membuat si kecil dapat mulai fokus pada hal-hal yang menarik baginya. Dan akhirnya pada usia tujuh hingga 10 bulan, bayi dapat semakin mengasah keterampilannya berkonsentrasi dengan aktivitas merangkak. Saat bayi merangkak menuju ke satu titik atau merangkak melewati terowongan mainan misalya.

Bayi merangkak.  (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Bayi merangkak. (Foto: Shutterstock)

Dilansir The Health Site, sebuah studi yang dilakukan oleh Bandon Boor dari Universitas Purdue, Indiana, AS, bahkan mengatakan, udara yang dihirup saat merangkak juga bermanfaat untuk si kecil.

Hal tersebut dikarenakan, gerakan berguling dan merangkak di lantai bisa membuat lebih banyak partikel ke udara. Mulut serta lubang hidung bayi akan lebih dekat ke lantai, di mana mereka akan lebih fokus pada udara yang mereka hirup. Hal ini juga berguna untuk merangsang sistem kekebalan bayi dan membuat mereka lebih fokus karena akan berhati-hati saat mulai berjalan nanti.