Mom
·
19 Juli 2021 18:49
·
waktu baca 2 menit

Hukum Berkurban Online di Masa Pandemi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Hukum Berkurban Online di Masa Pandemi (39785)
searchPerbesar
Hukum Berkurban Online Foto: Shutterstock
Hari Raya Idul Adha identik dengan ibadah kurban. Berkurban pada momen ini, hukumnya sunah muakkad yaitu sunah yang sangat dianjurkan bagi tiap orang Islam yang memiliki kecukupan harta atau mampu.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, kita masih dilanda pandemi pada Idul Adha atau Lebaran Haji tahun ini. Tak heran bila ada sebagian orang memilih berkurban secara online demi menghindari kerumunan.
Namun bila hendak berkurban secara online, bagaimana hukumnya dalam Islam?

Kurban Online saat Idul Adha, Bagaimana Hukumnya?

Hukum Berkurban Online di Masa Pandemi (39786)
searchPerbesar
Hukum Kurban Online saat Idul Adha Foto: Shutterstock
Sebelumnya kita samakan dulu pengertian berkurban secara online yuk, Moms. Berkurban online artinya kita mengurus segalanya juga secara online. Mulai dari memilih penyelenggara kurban, memilih tempat dan lokasi kurban, cara pembayaran, dan sebagainya.
Sedangkan kurbannya tetap dilakukan sesuai dengan syariat Islam, mulai dari penyembelihan hewan kurban, pengelolaan, hingga pendistribusian hewan kurban.
Itulah kenapa menurut Ustaz Rikza Maulan, Lc., M.Ag, hukum berkurban secara online sah-sah saja dan hingga saat ini tak ada dalil yang melarang hal tersebut.
ADVERTISEMENT
Kepada kumparanMOM Ustaz Rikza juga menjelaskan, sebenarnya bila berkurban, kita dianjurkan untuk menyaksikan langsung penyembelihan hewan kurban tersebut. Bahkan, ada anjuran juga untuk memakan sebagian daging dari hewan yang dikurbankannya tersebut.
"Namun di balik itu, ada esensi dan anjuran yang lebih kuat terkait dengan kurban yang menjadi maqashid atau salah satu tujuan kurban, yaitu berbagi dan membahagiakan fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan," ujarnya.
Hukum Berkurban Online di Masa Pandemi (39787)
searchPerbesar
Ilustrasi membagikan daging kurban saat Idul Adha Foto: Shutterstock
Ya Moms, membahagiakan fakir miskin merupakan salah satu tujuan dari berkurban. Menurut Ustaz Rikza, hal ini menjadi lebih utama apabila pelaksanaan kurban dilakukan di tempat atau daerah yang miskin atau terdampak bencana alam, serta lokasi yang sangat kekurangan.
Maka dalam kondisi seperti ini, bisa jadi berkurban di tempat lain dengan media pembayaran dan pemilihan secara online menjadi lebih baik.
ADVERTISEMENT
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak beriman kepadaku, orang yang malam hari tidur nyenyak dalam kondisi perut kenyang, sementara ada tetangganya yang tidak bisa tidur karena kelaparan, sementara ia mengetahui." (HR. Thabrani)

Yang Perlu Diperhatikan Bila Ingin Berkurban Online

Hukum Berkurban Online di Masa Pandemi (39788)
searchPerbesar
Tips Berkurban Online saat Idul Adha Foto: Shutterstock
Ustaz yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta ini juga menyarankan kita memerhatikan beberapa hal berikut sebelum berkurban secara online:
1. Pastikan cara pembayaran dan pemilihan lokasi kurban secara online ini dinaungi oleh lembaga yang amanah dan profesional.
2. Lembaga tersebut memiliki legalitas dan integritas sebagai lembaga yang baik.
3. Semua cara yang dilakukannya memenuhi aspek-aspek syariat Islam.
"Hal ini bisa dilihat misalnya dari track record lembaga dan terdapatnya dewan pengawas syariah pada lembaga tersebut yang mengawasi operasional lembaga agar berjalan sesuai syariah," tutur Ustaz Rikza.
ADVERTISEMENT