Kumparan Logo

Ibu Dilarang Makan Pisang Usai Melahirkan, Mitos atau Fakta?

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
pisang Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
pisang Foto: Shutterstock

Selama kehamilan hingga melahirkan, Anda mungkin kerap mendengar pantangan-pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan. Misalnya saja tidak boleh makan sambal, minum es, makan nanas dan jeruk, potong rambut selama kehamilan, hingga dilarang makan pisang setelah melahirkan.

Terkait tidak boleh makan pisang, alasannya disebut-sebut bisa membuat bayi diare saat disusui, hingga dikatakan kelamin menjadi lembek. Benarkah?

Ilustrasi Pisang Foto: Shutterstock/Baibaz

Perlu diketahui hal tersebut hanya mitos belaka ya, Moms! Menurut dr Sarlita Indah Permatasari SpOG, pada pascapersalinan, sah-sah saja bila Anda ingin makan pisang.

"Boleh aja, kok, bagus malah banyak kalium," katanya saat dihubungi kumparanMOM, beberapa waktu lalu.

dr Sarlita menambahkan, kandungan kalium yang ada di dalam pisang justru baik untuk menambah tenaga dan melancarkan pencernaan. Apalagi manfaat pisang? Dilansir Parenting FirstCry, pisang menyumbang 17 persen karbohidrat harian yang dibutuhkan sesuai rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG). Hal ini sangat diperlukan, mengingat setelah melahirkan, ibu harus menyusui dan membutuhkan 500 kalori per hari.

Menyusui Setelah Melahirkan Foto: Shutterstoc

Tidak hanya aman dikonsumsi setelah melahirkan, pisang juga baik untuk ibu selama menyusui karena dapat menjaga aliran ASI dengan baik. Pisang juga kaya folat yang bermanfaat bagi perkembangan bayi baru lahir.

Lalu apakah ada pantangan makanan yang ibu harus hindari setelah melahirkan?

"Tidak ada, malah harus banyak (makan) terutama makanan tinggi protein dan serat," jawab dokter yang praktik di RSIA Anugrah Media, Bandar Lampung ini. Yang perlu Anda pantang lakukan adalah memberi bayi pisang kerok sebelum usianya 6 bulan. Kenapa? Baca pada artikel di bawah ini ya, Moms!

kumparan post embed