Kumparan Logo

Ibu Hamil Alergi, Apa Pengaruhnya pada Janin?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil alergi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil alergi. Foto: Shutter Stock

Alergi bisa menyerang semua orang dari segala usia. Bahkan, ibu hamil yang tidak memiliki riwayat alergi sebelumnya juga bisa mengalaminya selama kehamilan. Hal ini wajar terjadi karena tubuh ibu dapat meningkatkan kepekaannya saat hamil.

Ada banyak faktor yang menyebabkan alergi saat hamil, mulai dari paparan alergen hingga perubahan hormon yang drastis. Ya Moms, perubahan hormon memicu alergi karena peningkatan kadar estrogen dan progesteron berdampak pada sel alergi yang dimiliki tubuh.

“Peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat menyebabkan reaksi baru, terutama alergi musiman,” ungkap ahli alergi dan imunologi dari Allergy and Asthma Network, Dr. Purvi Parikh, MD, seperti dikutip dari Parents.

Lantas, apakah alergi saat hamil akan berpengaruh pada bayi?

Pengaruh Alergi saat Hamil pada Bayi di Dalam Kandungan

Kulit ibu hamil gatal kemerahan karena alergi. Foto: Shutterstock

Ya Moms, setiap masalah kesehatan yang dialami selama kehamilan mungkin menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Anda. Namun, untungnya bayi di dalam kandungan tidak akan terpengaruh oleh kondisi orang tua –termasuk alergi-- selama gejalanya dikelola dengan tepat.

Alergi makanan pada bayi juga tidak dipengaruhi oleh pilihan makanan ibu saat hamil. Ada mitos yang mengatakan bahwa mengkonsumsi selai kacang saat hamil akan meningkatkan sensitivitas bayi terhadap kacang. Namun anggapan ini keliru, Moms.

Penelitian yang terbit di National Library of Medicine menunjukkan, konsumsi selai kacang saat hamil justru berdampak positif pada bayi karena dapat menurunkan risiko alergi di kemudian hari. Saat ini, ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan lebih bervariasi dan cukup menghindari jenis makanan yang dapat meningkatkan kepekaan pada tubuhnya.

Kendati demikian, tetap ada kemungkinan risiko si kecil akan mengalami alergi di kemudian hari bila orang tuanya memiliki kondisi yang sama.

“Jika salah satu orang tua memiliki alergi, itu bisa meningkatkan risiko pada anak hingga 50 persen,” kata Dr. Purvi.

Kulit ibu hamil gatal kemerahan. Foto: Shutterstock

Namun, kondisi tersebut juga tidak secara langsung mempengaruhi si kecil ya, Moms. Menurut Dr. Purvi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan sensitivitas bayi terhadap alergen yang sama dengan orang tuanya. Seperti, kondisi lingkungan, konsumsi alkohol, dan kebiasaan merokok saat hamil.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi alergi saat hamil?

Jika sensitivitas baru muncul saat hamil, sebaiknya segera hentikan konsumsi makanan pemicu alergi. Hindari paparan alergen lain seperti debu, bulu, dan cuaca yang ekstrem. Namun, bila Anda sudah memiliki riwayat alergi, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter terkait obat-obatan yang aman untuk mencegah peningkatan kepekaan terhadap alergen lain selama kehamilan.

kumparan post embed