Kumparan Logo

Ibu Hamil Jatuh, Kapan Harus Waspada?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu Hamil Menangis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ibu Hamil Menangis. Foto: Shutterstock

Bertambahnya usia kehamilan membuat titik keseimbangan tubuh ibu hamil cenderung terganggu oleh beban tubuh yang semakin berat. Jika tidak hati-hati, ibu hamil berisiko terjatuh karena kehilangan keseimbangan.

Bila hal itu terjadi, Anda mungkin akan khawatir karena takut bisa memengaruhi kondisi kehamilan dan janin. Tapi, jangan panik dulu, Moms.

Ada baiknya Anda mengenal beberapa macam posisi jatuh. Sebab, tingkat keseriusan bahaya sangat bergantung pada bagaimana posisi jatuhnya.

3 Macam Posisi Jatuh saat Hamil

1. Jatuh Telentang

Jatuh dengan posisi telentang tidak menyebabkan janin berbenturan langsung dengan permukaan tanah, sehingga bisa dikatakan tidak terlalu berbahaya. Tetapi, stres atau syok yang Anda alami bisa memicu produksi hormon yang merangsang terjadinya kontraksi.

2. Posisi Terduduk

Ilustrasi ibu hamil jatuh. Foto: Shutterstock

Waspadalah, bila Anda terjatuh dengan posisi terduduk pada trimester ketiga kehamilan, Moms. Ada risiko kantung ketuban robek, sehingga memicu kelahiran lebih awal. Segera temui dokter atau bidan bila Anda mengalami rasa nyeri yang hebat, terutama di poros tulang belakang dan gerakan janin menghilang.

3. Posisi Tengkurap

Ini adalah posisi jatuh yang paling berbahaya, karena bisa mengenai janin Anda. Bila benturan tidak begitu keras, ada kemungkinan bayi tidak mendapatkan dampak yang besar. Tapi dalam beberapa kasus parah, jatuh dengan posisi ini bisa menyebabkan terlepasnya plasenta dari dinding rahim (solutio placenta) yang menyebabkan perdarahan pada ibu sampai terminasi (pengakhiran) kehamilan. Segera temui dokter atau bidan Anda jika hal tersebut terjadi.

Tips Kurangi Risiko Jatuh saat Hamil

Nah Moms, untuk mengurangi risiko jatuh saat hamil, Anda memang harus lebih berhati-hati. Selain itu, Anda juga bisa melalukan beberapa cara ini.

1. Pilih Alas Kaki yang Nyaman

Ilustrasi ibu hamil memilih sepatu. Foto: Shutter Stock

Ketika hamil, gunakanlah sepatu atau sandal yang tidak berhak tinggi, dengan dasar lebarnya pas atau bagian dasar tebal mengikuti lekukan kaki.

2. Hindari Membawa Barang Berat

Jangan membawa barang yang terlalu berat atau besar, Moms. Hal ini bisa mengganggu keseimbangan tubuh dan menghalangi pandangan Anda ketika berjalan. Mintalah bantuan suami atau orang lain untuk membawa barang-barang yang berat.

3. Cek Kondisi Lantai

Perhatikan kebersihan lantai sebelum berjalan. Apakah terdapat air, benda kecil atau kabel yang dapat membuat Anda tergelincir atau tersandung.

4. Hindari Kegelapan

Pasang lampu dengan penerangan cukup di berbagai sudut rumah Anda. Seperti tangga, kamar mandi, dapur, dan ruang yang sering Anda lewati.

5. Lakukan Peregangan

Ibu Hamil Olahraga Jalan Kaki Foto: Shutter Stock

Coba lakukan peregangan secara perlahan-lahan pada sendi Anda, karena gangguan sendi bisa meningkatkan risiko terjatuh. Ketika meregangkan otot, tarik napas dalam, tahan selama 10 detik, lalu relakskan seluruh tubuh. Hindari meregangkan persendian pangkal paha, terutama dalam posisi terbuka lebar, karena jaringan otot di persendian sedang longgar. Bila persendian sakit, segera hentikan peregangan.