Kumparan Logo

Ibu Hamil Lakukan Rontgen Dada untuk Tes Virus Corona, Aman Enggak Ya?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock

Ada beberapa kondisi di mana seseorang perlu menjalani serangkaian tes untuk membuktikan apakah dirinya positif terkena virus corona atau tidak. Misalnya saja, bila Anda pulang dari luar negeri yang wilayahnya terdampak virus corona dan mengalami gejala sakit yang mengarah pada influenza sedang atau berat, seperti demam, batuk, pilek dan saluran pernapasan.

Ya Moms, ada beberapa tes yang perlu dijalani untuk memastikan benar tidaknya seseorang terkena COVID-19. Rangkaian pemeriksaan tersebut meliputi tes darah, rontgen dada atau thorax, hingga usap tenggorokan.

Tapi, bagaimana dengan ibu hamil? Apakah aman melakukan rontgen dada?

Ilustrasi ibu hamil rontgen dada untuk tes corona Foto: Shutterstock

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Dinda Derdameisya, SpOG, ibu hamil tidak disarankan melakukan rontgen dada saat melakukan pemeriksaan virus corona.

"Rontgen paru-paru pada screening coronavirus sebaiknya tidak dilakukan," ujar dr. Dinda saat dihubungi kumparanMOM, Minggu (15/3).

Hal itu, menurut dr. Dinda, bisa berisiko membahayakan janin. Sehingga bila memungkinkan, ibu hamil hanya melakukan tes darah dan usap tenggorokan saja saat melakukan pemeriksaan virus corona. Meski begitu, bila tes darah tidak bisa menunjukkan hasil yang valid, ibu hamil bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Ibu hamil tes darah boleh, tapi enggak gitu keliatan kalau hanya dari tes darah saja,” ujar pemilik akun Instagram @tanyadokdin.

com-Ilustrasi rontgen paru-paru. Foto: Shutterstock.

Rontgen sendiri hanya boleh dilakukan saat hamil dalam keadaan darurat saja, misalnya kecelakaan yang cukup serius. Biasanya dokter akan menggunakan radiasi yang rendah agar tidak membahayakan bayi di dalam kandungan.

"Case emergency pada ibu hamil kecelakan tulang rusuknya patah sampai benar-benar harus mengetahui tulang mana yang patah, itu kondisinya tersebut boleh dilakukan xr-ay. Yang pasti case emergency bukan case dalam screening," jelas dokter yang praktik RS Brawijaya, Antasari, Jakarta Selatan.

Namun, apabila ibu hamil dengan suspect corona sudah dalam keadaan sesak berat dan tidak memungkinkan menunggu hasil usap tenggorokan, rontgen dada boleh dilakukan dengan perlindungan apron pada perut ibu hamil.

"Pada kasus Covid-19 ini, kalau sudah sesak berat, si pasein ibu hamil itu sudah sesak berat dan tidak memungkinkan lagi untuk menunggu hasil swab tenggorokan, itu boleh dilakukan dengan perlindungan apron yang biasa foto thorax itu. Yang pasti keluarga harus dijelaskan ini memberikan efek pada janin yang dikandungnya," jelas dr. Dinda.

Oleh sebab itu, Moms, sebelum melakukan tes virus corona, pastikan Anda sudah menjelaskan kondisi kehamilan Anda secara jujur dan terbuka pada dokter terkait. Dengan begitu, dokter bisa melakukan langkah tepat untuk pemeriksaan selanjutnya.