Kumparan Logo

Ibu Mau Jogging Bawa Anak Pakai Stroller? Ini Kata Dokter

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu olahraga sambil membawa stroller. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu olahraga sambil membawa stroller. Foto: Shutterstock

Jogging sambil membawa anak di stroller bisa menjadi salah satu cara ibu tetap aktif berolahraga sekaligus menghabiskan waktu bersama si kecil. Namun, aktivitas ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari usia dan kesiapan perkembangan anak hingga jenis stroller yang digunakan.

Hal ini juga penting diperhatikan menyusul ramainya aktivitas orang tua yang berolahraga sambil membawa anak. Dokter Spesialis Anak sekaligus expert kumparanMOM, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, mengatakan olahraga bersama anak menggunakan jogging stroller sebenarnya boleh dilakukan.

"Kalau dari sisi kesehatan anak, sebenarnya olahraga bersama anak menggunakan jogging stroller boleh saja, bahkan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk orang tua dan anak. Tapi yang paling penting adalah memperhatikan usia, kesiapan perkembangan anak, dan jenis stroller yang digunakan," ungkap dr. Aisya saat dihubungi kumparanMOM, Senin (5/10).

Kapan Bayi Boleh Diajak Jogging dengan Stroller?

Ilustrasi ibu olahraga sambil membawa stroller. Foto: Shutterstock

Menurut dr. Aisya, bayi bisa menggunakan stroller untuk jalan santai selama stroller yang digunakan sesuai dengan usia dan memungkinkan posisi bayi tetap aman.

Namun, ketika aktivitasnya sudah berupa jogging atau berlari, orang tua disarankan menunggu hingga anak berusia sekitar 6 bulan dan memiliki kontrol kepala serta leher yang baik.

Sebab, stroller akan mengalami lebih banyak getaran dan gerakan ketika digunakan untuk berlari dibandingkan saat berjalan biasa.

"Jadi bukan hanya melihat angka usia. Kita juga lihat perkembangan anak. Kalau kepala masih mudah terkulai atau tubuh belum cukup stabil, sebaiknya jangan diajak jogging dulu," tambah dr. Aisya.

Artinya, usia bukan satu-satunya patokan. Orang tua juga perlu memastikan kemampuan perkembangan anak sebelum mengajaknya jogging menggunakan stroller.

Jangan Pakai Stroller Biasa untuk Jogging

Ilustrasi magic stroller yang berbahaya digunakan. Foto: Shutterstock

Hal lain yang tak kalah penting adalah jenis stroller. dr. Aisya tidak menyarankan orang tua menggunakan stroller biasa untuk aktivitas berlari.

Pilih jogging stroller yang memang dirancang untuk aktivitas tersebut dan tetap ikuti batas usia serta berat badan yang ditentukan oleh produsennya.

Jogging stroller idealnya memiliki sabuk pengaman 5 titik atau harness, rem yang baik, konstruksi yang stabil, roda yang sesuai untuk medan luar ruangan, serta sistem suspensi untuk membantu meredam guncangan. Anak juga harus selalu dipasang harness dengan benar. Jangan hanya membiarkan anak duduk di stroller tanpa pengaman.

Hal ini penting karena cedera terkait stroller cukup sering terjadi akibat anak terjatuh dari stroller atau stroller terbalik. Dalam salah satu studi yang disampaikan dr. Aisya, sekitar 76 persen cedera terkait stroller terjadi karena anak jatuh dari stroller, dengan kepala menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sering mengalami cedera.

Nah, Moms, jika anak sudah memenuhi kriteria usia dan perkembangan, orang tua juga sebaiknya tidak langsung mengajaknya berlari jauh. dr. Aisya menyarankan untuk memulai secara bertahap, misalnya dengan jalan cepat atau jogging pelan dalam waktu singkat.

Selama berolahraga, orang tua juga perlu memperhatikan kondisi anak. Jika anak terlihat sangat rewel, pucat, berkeringat berlebihan, kepanasan, mengantuk tidak wajar, muntah, atau tampak tidak nyaman, sebaiknya segera hentikan aktivitas dan periksa kondisinya.