Ibu Menyusui Bisa Diberi Vaksin Corona, Bagaimana dengan Ibu Hamil?

Ibu menyusui kini bisa diberi vaksin corona, Moms. Ya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru saja mengeluarkan Surat Edaran (SE) terbaru bernomor HK.02.02/I/ 368/202 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyintas COVID-19 serta Sasaran Tunda. Dalam SE tersebut, disebutkan kalau ibu menyusui dapat diberikan vaksin corona.
"Ibu menyusui dapat diberikan vaksinasi," tulis Kemenkes dalam suratnya yang dikutip kumparan, Jumat (12/2).
Nah Moms, berikut ada kutipan lengkap dari surat edaran tersebut.
Surat Edaran soal Ibu Menyusui Boleh Diberi Vaksin Corona
Pelaksanaan pemberian vaksinasi mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19, diantaranya:
a. Kelompok Lansia
Pemberian vaksinasi pada kelompok usia 60 tahun keatas diberikan 2 (dua) dosis dengan interval pemberian 28 hari (0 dan 28).
b. Kelompok Komorbid
Hipertensi dapat divaksinasi kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 MmHg, dan pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan sebelum meja skrining
Diabetes dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut
Penyintas kanker dapat tetap diberikan vaksin;
c. Penyintas COVID-19 dapat divaksinasi jika sudah lebih dari 3 bulan;
d. Ibu menyusui dapat diberikan vaksinasi
Ya Moms, sesuai surat edaran di atas, selain ibu menyusui, ada beberapa kelompok masyarkat lagi yang akhirnya bisa mendapat vaksin corona. Mulai dari lansia, orang dengan hipertensi--selama tekanan darahnya tidak mencapa 180/110 mmHg, penyintas COVID-19 jika sudah lebih dari 3 buln, serta penyintas kanker dan diabetes.
Lantas, bagaimana dengan ibu hamil?
Sesuai dengan surat edaran di atas, ibu hamil belum boleh mendapat vaksin corona. Itu karena, belum ada penelitian lebih lanjut soal efek samping ibu hamil yang mendapat vaksin tersebut.
Ya Moms, untuk menjadi relawan uji klinis vaksin corona Sinovac harus memenuhi syarat tertentu, termasuk kondisi fisik yang sehat dan prima. Kesehatan para relawan uji klinis vaksin corona juga terus diawasi tim peneliti.
Ketua Tim Riset Uji Vaksin Sinovac, Prof. Kusnandi Rusmil, mengatakan, uji klinis vaksin Sinovac sejauh ini belum bisa diberikan ke anak-anak, bayi, maupun ibu hamil. Sebab, belum ada uji terkini yang menyatakan vaksin tersebut aman diterapkan ke kelompok tertentu.
"Belum (bisa) diuji coba ke anak-anak, sekarang uji cobanya umur 18 sampai 59 (tahun), belum ke anak-anak. Ibu hamil juga belum karena kita belum mengizinkan," ujar Kusnandi dalam program To The Point kumparan beberapa waktu lalu.
