Ibu Tiba-tiba Jadi Tidak Suka Disentuh, Kenapa Ya?

19 September 2023 16:57
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu tidak suka disentuh. Foto: CHAjAMP/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Setelah menjadi seorang ibu, ada banyak perubahan yang terjadi baik secara fisik maupun psikis. Tetapi, pernah enggak Anda merasakan enggan disentuh bagian tubuhnya oleh suami atau anak-anak? Atau bahkan Anda jadi dibuat marah dan kesal akibat sentuhan tersebut?
ADVERTISEMENT
Fenomena ini dikenal juga sebagai 'touched out'. Bagi beberapa orang yang mengalaminya, mereka mungkin bertanya-tanya "Mengapa aku jadi tidak suka disentuh, ya?". Dikutip dari Romper, perasaan ini sangat umum dialami oleh para orang tua. Mengapa?
"Touched out adalah istilah untuk menggambarkan fenomena yang dialami oleh banyak ibu, terutama ibu yang memiliki anak kecil dan merasa kewalahan akibat kontak fisik terus-menerus dengan anak mereka," kata psikolog Dr. Laura Venuto yang berspesialisasi kesehatan mental ibu.
"Para ibu menyadari bahwa mereka sedang mencapai titik di mana mereka enggan melakukan kontak fisik, dan ingin punya waktu sendiri untuk tubuh mereka," lanjut dia.
Jadi, dengan kata lain, beberapa ibu yang telah begitu banyak menghabiskan waktu berkontak fisik dengan orang lain, misalnya dengan anaknya, maka bisa saja berpikiran bahwa sentuhan lain bisa membuat ia tidak nyaman. Misalnya, Anda tengah menyusui bayi atau menghabiskan sebagian besar waktu di rumah bersama si kecil.
ADVERTISEMENT
"Itu adalah perasaan ketika kulit Anda gatal, atau Anda merasa seperti ada batasan yang seakan menutup tubuh ketika ingin disentuh oleh orang lain," ucap terapis profesional Ashley Grubbs.
'Touched out' paling banyak dialami oleh ibu baru, karena memiliki anak kecil sudah cukup menyita waktu serta membutuhkan perhatian penuh dari ibunya. Apalagi, jika Anda bersama anak hampir 24 jam dalam sehari, maka perasaan tidak ingin disentuh saat bersama si kecil pun wajar terjadi.
"Banyak ibu melaporkan bahwa tubuh mereka menjadi pusat kebutuhan keluarga, baik itu untuk menyusui, mengayun dan menggendong anak, dan kebutuhan fisik umum lainnya. Juga ketika bersama pasangan, tubuh mereka menjadi komponen utama dalam memenuhi kebutuhan seksual pasangannya," lanjut Venuto.
ADVERTISEMENT
Venuto bahkan memperkirakan bahwa setidaknya setengah dari perempuan telah mengalami perasaan 'touched out' ini, Moms.

Apa yang Perlu Ibu Ketahui saat Muncul Perasaan Tidak Ingin Disentuh?

Ilustrasi ibu tidak suka disentuh. Foto: chalermphon_tiam/Shutterstock
Sebuah studi tahun 2019 pada Jurnal Penelitian Keperawatan dan Kebidanan Iran memfokuskan penelitian pada perasaan tersebut. Khususnya pada ibu yang sedang menyusui, karena mereka sedang merasa 'terikat' dengan bayinya.
"Meskipun ibu menikmati momen menyusui tetapi dia juga merasakan tekanan kuat bahwa tubuhnya bertanggung jawab penuh atas kelangsungan hidup bayinya," jelas Venuto.
Dari situlah, para peneliti menemukan bahwa rasa benci dan gelisah saat menyusui pun bisa bervariasi dalam bentuk, tingkat keparahan, dan durasinya. Emosi yang umum terjadi seperti perasaan marah atau gelisah, merinding, hingga keinginan untuk melepaskan bayi yang sedang menyusu. Dari kurang dari 70 persen dan 694 ibu yang dijadikan responden melaporkan telah mengalami bentuk keengganan tersebut saat menyusui.
ADVERTISEMENT
Perasaan 'touched out' ini juga bisa berdampak pada kehidupan seks lho, Moms! Tidak hanya libido yang menurun, perasaan tidak ingin disentuh ini bisa membuat Anda berpikir bahwa seks adalah kegiatan yang tidak disukai. Bila perasaan tersebut hanya muncul sesekali, berikan penjelasan kepada suami agar tidak terjadi salah paham.
Meski begitu, Anda tidak perlu merasa bersalah saat merasa sedang tidak ingin disentuh. Merasa ingin melepaskan diri sejenak bukan berarti Anda adalah orang tua yang buruk dan tidak peduli. Justru, itulah tanda Anda adalah seseorang yang butuh dan berhak mendapatkan ruang maupun waktu pribadinya.
"Manusia memang membutuhkan sentuhan fisik, tetapi mereka juga membutuhkan waktu untuk menyendiri. Waktu di mana mereka bisa keluar dari zona biasa, dan bisa menyendiri tanpa gangguan apa pun. Ini diperlukan dan menyehatkan," kata Grubbs.
ADVERTISEMENT
Begitu juga tidak apa untuk memiliki waktu mengurus diri sendiri. Justru, Anda memerlukan waktu tersebut sebagai bentuk istirahat dari rutinitas sehari-hari yang sudah cukup melelahkan. Dan jangan lupa untuk menyempatkan diri melakukan kegiatan-kegiatan yang disukai untuk mengembalikan lagi energi Anda.