Kumparan Logo

Ibu Tiri yang Aniaya Anak Sambung Jadi Tersangka, Tak Ditahan karena Punya Bayi

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pejabat sementara (Pjs) Ketua Umum Komnas Anak, Lia Latifa, saat menemui anak 4 tahun yang dianiaya ibu tirinya di Babakan, Kota Tangerang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pejabat sementara (Pjs) Ketua Umum Komnas Anak, Lia Latifa, saat menemui anak 4 tahun yang dianiaya ibu tirinya di Babakan, Kota Tangerang. Foto: Dok. Istimewa

Nelly alias Reni (38), telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap anak sambungnya berinisial Ir (4) di kediamannya di kontrakan Komplek LP Kelas I Tangerang, Babakan, Kota Tangerang.

Ibu tiri itu juga mengakui telah menganiaya sang anak, tapi menurutnya hanya mencubit. Sementara dari hasil rekam medis, di tubuh korban didapati luka lebam di wajah dan sekujur tubuh, serta luka memar dan bekas cakar di badan.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, Nelly saat ini sudah dinaikkan status menjadi tersangka atas kasus penganiayaan kepada putri sambungnya itu.

"Ya, sudah jadi tersangka," katanya, Jumat, (24/11).

Moms, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, ibu dengan 4 orang anak ini tidak ditahan polisi. Sebab Nelly memiliki bayi usia 9 bulan.

"Tersangka  tidak ditahan namun, proses hukum tetap berjalan," ujarnya.

Selain itu, Nelly juga akan mendapatkan pendampingan serta pemeriksaan kejiwaan dari para ahli karena beberapa faktor, seperti kondisi Nelly yang selalu menyiksa Ir.

"Dia punya empat anak, namun yang mendapatkan tindakan kasar ini  si Ir (korban) maka dari itu, kita akan periksa juga kondisi psikisnya," ungkapnya.

Sering Ditegur Tetangga Terkait Kondisi Anak Tapi Tak Diindahkan

Ilustrasi kekerasan pada anak. Foto: Shutterstock

Kasus penganiayaan terhadap Ir ini dilaporkan oleh tetangga ke Komnas PA, karena mereka tak tahan dengan perilaku Nelly pada anak sambungnya itu. Banyak warga yang hanya bisa menangis melihat kondisi Ir karena Nelly tak mengindahkan saat ditegur.

"Waktu kita tahu anaknya penuh lebam pun, orang tuanya sempat ditegur Pak Haji (pemilik kontrakan) tapi enggak diladenin, cuma dibilang enggak usah ikut campur," kata tetangga pelaku, Warti.

Warti tak tahu apakah Rahman, suami Nelly, tahu perilaku istrinya itu. Sebab selama ini Rahman jarang berkomunikasi dengan tetangga karena sibuk. Ia bekerja sebagai sopir pengantar paket yang selalu pergi pagi dan pulang larut malam.

Sedangkan Nelly dikenal tetangga sebagai sales perusahaan properti. Keluarga ini baru sebulan tinggal di kontrakan tersebut.

kumparan post embed

Sementara itu, saat ini Ir masih tinggal di rumah aman dengan pengawasan Komnas Perlindungan Anak. Balita itu sedang menjalani pemulihan fisik maupun psikis. Ia juga masih trauma jika ditanya terkait rumah.

Diketahui, Ir mendapati tindak kekerasan dari Nelly bertubi-tubi. Kekerasan itu mengakibatkan tubuh dan wajah anak perempuan itu mangalami luka-luka cukup parah, mulai dari lebam sampai bekas cakaran.