IDAI Anjurkan Bayi Tak Dibawa Mudik yang Jauh, Apalagi Naik Motor!

6 April 2023 11:29 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
keluarga mudik naik motor Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
keluarga mudik naik motor Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Mudik Lebaran menjadi tradisi beberapa keluarga Muslim dengan pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan sanak saudara. Meski begitu, orang tua perlu memperhatikan kondisi anak-anaknya, apalagi yang masih memiliki bayi dan anak kecil.
ADVERTISEMENT
Nah Moms, bila ingin mudik membawa bayi, sebaiknya perhatikan perjalanan atau jarak tempuhnya jauh. Begitu juga dengan moda transportasi yang digunakan. Mengapa?
Menurut Anggota Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Hari Wahyu Nugroho, SpA(K), MKes, anak-anak yang sudah besar mungkin sudah memiliki kontrol dan kemampuan beradaptasi selama perjalanan jauh. Namun, yang perlu disoroti adalah bila membawa bayi, apalagi yang membutuhkan air mendidih untuk menyeduh susu. Tak hanya itu, si kecil juga berisiko kelelahan atau rewel.
"Kalau perjalanannya cukup panjang, saya sarankan jangan ditempuh dalam satu kali perjalanan. Transit dulu biar secara fisik, kita sendiri dan anak bisa istirahat. Kalau tidak, ibu bisa kecapekan ngurusin anak di jalan, istirahat jadi tidak bisa maksimal," kata Dr. Hari dalam media briefing 'Perjalanan Aman untuk Anak ' secara virtual.
ADVERTISEMENT
Sehingga, Dr. Hari menyarankan bila perjalanan lebih dari 12 jam dan membawa bayi atau anak kecil, Anda bisa transit dulu di suatu kota. Jadi, tubuh pun punya kesempatan untuk beristirahat, dan sopir yang membawa kendaraan tidak mengantuk.
Pemudik motor melintasi Jalan Raya Bandung. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
"Kalau terlalu panjang dilihat lagi dari moda, tentukan tempat transit sehingga bisa beristirahat dengan baik. Paling enggak satu malam lebih nyaman dan lebih terjamin untuk makannya maupun pencegahan penyakit-penyakit yang menular lainnya," jelasnya.

Jangan Membawa Bayi Mudik Pakai Sepeda Motor

Orang tua juga diminta tidak mudik menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor. Hal ini bisa membahayakan kesehatan bayi maupun anak, apalagi yang perjalanan atau jarak tempuhnya jauh.
"Untuk bayi ini, artinya usia neo 0-1 tahun, 12 bulan, bahkan kalau mungkin lihat perkembangan sampai usia 2 tahun menurut saya sebaiknya tidak boleh. Kemudian dibawa dengan menggunakan sepeda motor apalagi di jalan raya. Dari sudut pandang apa pun sama sekali tidak aman," kata Dr. Hari.
ADVERTISEMENT
Diakui Dr. Hari, saat ini belum ada regulasi khusus terkait batasan usia anak bisa bepergian menggunakan kendaraan roda dua. Tetapi, ia berkaca pada kasus-kasus yang pernah terjadi ketika membawa anak kecil bepergian jauh dengan sepeda motor.
Ya, bayi yang diajak bepergian menggunakan sepeda motor berisiko mengalami hipotermia atau kedinginan, karena ia terkena hembusan angin selama di perjalanan. Belum lagi ada potensi mengalami kecelakaan lalu lintas, dan si kecil bisa jadi korbannya karena tidak menggunakan peralatan keselamatan.
Di sisi lain, anak usia balita, khususnya di bawah dua tahun, masih terus mengembangkan perkembangan motoriknya. Misalnya, bayi umumnya belum bisa memegang atau berpegangan dengan kuat. Kondisi anak mulai bisa memegang sesuatu dengan kuat ketika usianya sekitar 14-18 bulan. Itu pun masih harus diawasi oleh orang tuanya.
ADVERTISEMENT
"Kalau toh dia pakai ikat pinggang itu enggak menjamin 100 persen, belum terstandarisasi seperti car seat. Enggak bisa disesuaikan dengan anatomi bayinya sehingga masih rawan," tutup Dr. Hari.
****
Dapatkan informasi terupdate seputar dunia parenting dan motherhood setiap hari hanya di Moms Update! Cari tahu informasi lengkapnya di sosial media kumparanMOM! Klik di sini.