Kumparan Logo

IDAI Imbau Orang Tua Jaga Imunitas Anak Hadapi Cuaca Ekstrem

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
IDAI Imbau Orang Tua Jaga Imunitas Anak Hadapi Cuaca Ekstrem. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
IDAI Imbau Orang Tua Jaga Imunitas Anak Hadapi Cuaca Ekstrem. Foto: Shutterstock

Beberapa negara di Asia termasuk Indonesia sedang mengalami cuaca ekstrem. Perubahan cuaca dari normal menjadi terik, lalu berubah menjadi hujan membuat daya tahan tubuh menurun.

Moms, Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso mengimbau kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan dan menjaga imunitas tubuh anak guna menghadapi kondisi cuaca yang kini semakin ekstrem.

“Kalau masalah makanan, tentu saja di cuaca ekstrem seperti ini hal pertama yang harus diperhatikan adalah hidrasi,” kata Piprim dalam media briefing bersama IDAI, Kamis (27/4).

dr. Piprim menuturkan sebagaimana arahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya, bahwa dalam beberapa hari belakangan, Indonesia dihantam suhu panas sebagai akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.

Situasi tersebut membuat orang tua sebisa mungkin harus menghindari anak terkena paparan sinar UV matahari secara langsung, ketika berada di luar ruangan. Sebab, kondisi itu bisa membuat anak-anak mengalami dehidrasi berat hingga mimisan.

Ilustrasi anak sakit. Foto: Yaoinlove/Shutterstock

Guna menjaga imunitas anak tetap baik selama menghadapi cuaca ekstrem, Piprim menyarankan agar orang tua terus mencukupi kebutuhan cairan dan elektrolit misalnya dalam tubuh anak melalui air mineral dan makanan bergizi.

Si kecil juga sebaiknya mengonsumsi sayuran hijau dan protein hewani seperti telur, ikan atau daging ya. Sebaiknya juga hindari anak memakan makanan cepat saji (junkfood) yang mempunyai kandungan tinggi gula.

Tak hanya itu, pastikan pula anak memiliki durasi tidur yang cukup dan berkualitas, misalnya selama delapan jam untuk anak 12 tahun ke atas. Bagi orang tua yang utamanya memiliki anak di usia remaja, anak dipastikan telah tidur pada waktu yang telah ditentukan.

“Istirahat itu bisa dicicil misal tidur malam plus tidur siang, tapi kualitas tidurnya harus bagus. Jangan sampai anak sekarang malam-malam selalu nonton gadget, lampu kamar sudah mati tapi masih asyik main di bawah selimut. Ini masalah di situasi sekarang karena kebutuhan cukup tidur jadi terganggu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Piprim meminta orang tua menjaga imunitas anak dengan rajin mengajak anak melakukan olahraga ringan, meski sedang berada di dalam ruangan dengan intensitas waktu yang cukup.

“Kalau peredaran darah bagus, itu peredaran sistem imun kita juga bagus. Jadi sel-sel untuk imunitas kita senantiasa aktif di seputar tubuh kita, namanya peredaran sistem limfatik itu kita tahu terkait dengan imunitas. Kalau orang banyak gerak, sistem imunitasnya akan aktif,” katanya.

***

Dapatkan informasi terupdate seputar dunia parenting dan motherhood setiap hari hanya di Moms Update! Cari tahu informasi lengkapnya di media sosial kumparanMOM! Klik di sini.