Ide Permainan Sesuai Usia Anak untuk Optimalkan Stimulasi
·waktu baca 2 menit

Di balik tawa dan keseruan anak saat bermain, sebenarnya sedang tumbuh fondasi keterampilan penting yang akan ia butuhkan di masa depan.
Mulai dari kreativitas, ketahanan diri (resiliensi), kemampuan kolaborasi, penguasaan teknologi, hingga kecerdasan emosional (EQ).
Untuk membentuk hal tersebut, ternyata mainan berperan besar lho, Moms. Psikolog anak Dharta Ranu Wijaya mengatakan, kreativitas anak dapat dioptimalkan jika mainan yang diberikan sesuai dengan umurnya.
Ya Moms, dari permainan, anak bisa belajar banyak hal, termasuk kreativitas. Lewat mencari, menggenggam, meraba, dan melihat, anak akan mulai belajar mencari tahu hingga memecahkan masalah.
“Sesuai dengan umur anak, misalnya usia 0-2 tahun berfokus pada sensorik, 2-4 tahun berfokus pada imajinasi dan 4-6 tahun berfokus pada edukatif,” ujar Dharta.
Bermain bukan sekadar kegiatan pengisi waktu, tapi bagian penting dari tumbuh kembang. Dengan bermain, anak-anak belajar berpikir kreatif, mengenal emosi, mengembangkan imajinasi, hingga membangun kepercayaan diri.
Mainan yang Tepat Optimalkan Stimulasi Anak
Tak semua mainan memiliki dampak yang sama, Moms. Pemilihan mainan yang sesuai usia dan tahap tumbuh kembang akan sangat mempengaruhi kualitas permainan, dan pada akhirnya, kualitas pembelajaran anak itu sendiri.
"Orang tua sebaiknya menyediakan mainan yang kriterianya sesuai dengan stimulasi yang tepat,” ucap Dharma.
Artinya, bukan sekadar lucu atau viral, tapi benar-benar mendukung kemampuan anak sesuai tahap usianya.
Berikut panduan jenis mainan yang direkomendasikan:
Usia 0–2 tahun: Mainan Sensori
Mainan ini berfokus pada pengenalan warna, bentuk, suara, dan tekstur. Mainan seperti teether, bola bertekstur, atau buku kain sangat ideal. Di usia ini, anak belajar lewat sentuhan dan suara.
Usia 2–4 tahun: Mainan Imajinatif
Di usia ini anak mulai meniru peran dan menciptakan cerita. Mainan seperti boneka, masak-masakan, kendaraan, atau rumah-rumahan membantu mengembangkan kreativitas, empati, dan kemampuan sosial.
Usia 4–6 tahun: Mainan Edukatif
Pada usia 4-6 tahun anak mulai siap untuk bermain sambil belajar. Puzzle, balok konstruksi, board game sederhana, serta alat gambar dan menulis, sangat cocok untuk menstimulasi logika, daya pikir, serta kolaborasi.
Moms, kreativitas bukan hanya soal bisa menggambar atau membuat cerita. Ini adalah kemampuan untuk menemukan ide, menyelesaikan masalah, dan berpikir out-of-the-box. Semua itu bisa diasah sejak dini, salah satunya lewat bermain yang tepat.
Dalam proses bermain, anak akan banyak bertanya, mencoba hal baru, dan belajar menerima kegagalan. Hal inilah yang melatih kreativitas sekaligus membentuk resiliensi. Apalagi jika mainannya mendorong eksplorasi tanpa batas.
Reporter: Sarah Tri Wulandari
