Kumparan Logo

Ikan Tilapia Cocok dimakan untuk Orang Diet dan Kardiovaskular

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ikan Tilapia alias Nila. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ikan Tilapia alias Nila. Foto: Shutter Stock

Moms, mengonsumsi ikan tak hanya baik untuk anak-anak, tapi juga orang dewasa segala usia. Salah satu jenis ikan yang direkomendasikan adalah ikan tilapia atau yang lebih dikenal sebagai ikan air tawar seperti ikan nila atau mujair. Ikan ini memiliki kandungan protein yang tinggi, rendah lemak, dan kalorinya kecil.

Kombinasi tersebut menjadikannya ideal untuk orang yang sedang menjalani diet maupun mereka yang ingin menjaga kesehatan jantung (kardiovaskular). Bahkan, konsumsi ikan tilapia juga dianjurkan untuk pasien yang membutuhkan asupan protein tinggi untuk pemulihan.

Namun, manfaat tersebut hanya bisa diperoleh jika kualitas ikannya tetap terjaga. Penyimpanan dan pengolahan yang tepat sangat penting agar kandungan nutrisi tidak rusak. Menurut Dokter Spesialis Gizi, dr. Kristina Joy H, M. Gizi, Sp.GK, jika tilapia tidak disimpan dengan benar, struktur protein dan vitaminnya bisa menurun, serta berisiko memicu pertumbuhan bakteri hingga 40% dan histamin penyebab reaksi alergi hingga 30%.

Kenapa Ikan Tilapia Baik untuk Kesehatan?

Peluncuran kemasan baru produk tilapia Regal Spring Indonesia, Selasa (25/11/2025). Foto: Sarah Tri Wulandari/kumparan

Tilapia dianggap unggul dibanding beberapa jenis ikan lainnya karena faktor-faktor berikut:

  1. Tinggi protein, rendah lemak dan rendah kalori

    Ideal untuk weight management, penyembuhan, serta mencegah penurunan massa otot (sarcopenia) terutama pada usia 30 tahun ke atas.

  2. Aman untuk kesehatan jantung

    Kandungan lemaknya rendah sehingga mendukung kesehatan kardiovaskular.

  3. Mengandung vitamin dan mineral penting

    Kaya akan vitamin B12, niacin, selenium, serta fosfor yang baik untuk kekuatan tulang.

  4. Rendah kandungan merkuri

    Dibandingkan ikan tuna, tilapia memiliki kadar merkuri jauh lebih rendah sehingga lebih aman dikonsumsi, termasuk untuk ibu hamil atau menyusui.

“Tilapia ini low in mercury dibandingkan dengan tuna. Jadi sebetulnya ini juga aman untuk ibu-ibu kalau pemahamannya dijaga dengan baik,” jelas dr. Kristina Joy, saat acara memperingati hari ikan nasional 2025, Regal Spring Indonesia. Selasa (25/11/25)

Pentingnya Cara Penyimpanan dan Pengolahan

Untuk menjaga kualitas nutrisi, tilapia harus disimpan dengan metode rapid freezing, yaitu metode pembekuan dengan suhu sangat dingin, misalnya -40 erajat celcius. Hindari membekukan kembali ikan yang sudah dilelehkan karena dapat menyebabkan:

  • Kehilangan nutrisi hingga 15%

  • Protein terdegradasi

  • Freezer burn

  • Risiko pertumbuhan bakteri (Bonella & Vibrio) hingga 40%

  • Histamin penyebab alergi hingga 30%