Kumparan Logo

Imunisasi Anak Terlambat, Ini yang Sebaiknya Orang Tua Lakukan

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi imunisasi anak.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi imunisasi anak. Foto: Shutterstock

Memasuki era new normal, masih ada sebagian orang tua yang merasa khawatir membawa anak imunisasi. Maklum, umumnya ada rasa takut tertular virus corona bila harus datang ke fasilitas kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit! Apalagi bila harus membawa anak serta.

Tapi kita perlu tahu, Moms, meski di tengah pandemi pemberian imunisasi pada anak --terutama bayi baru lahir tetap penting untuk diberikan. Bahkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah memperbaharui anjuran terkait imunisasi pada anak di tengah pandemi.

Ya Moms, pemberian imunisasi tetap harus diberikan sesuai jadwal, terutama bagi bayi dan anak di bawah usia 18 bulan. Hal ini guna melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Terkait virus corona, hingga saat ini pun belum ada imunisasi untuk mencegah COVID-19.

Imunisasi bayi. Foto: Shutterstock

Lalu, bagaimana jika pemberian imunisasi anak sudah lewat dari jadwal alias terlambat? Apakah tetap bisa diberikan?

Dokter Spesialis Anak, dr. Caessar Pronocitro, SpA, M.Sc mengatakan bahwa pemberian imunisasi tetap dapat disusulkan apabila terlambat, Moms. Sebab, anak belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tertentu.

"Jadi, apabila ada vaksin yang belum sempat diberikan, segera disusulkan. Supaya anak tetap mendapatkan kekebalan yang diberikan oleh vaksin tersebut," ucap dr. Caessar dalam Webinar RSPI bertema 'Pentingnya Vaksinasi untuk Anak' yang dihelat belum lama ini.

Ia menambahkan, apabila pemberian imunisasi sifatnya serial (misalnya DPT 1, 2, dan 3) itu tidak perlu mengulang dari awal apabila ada salah satu yang terlambat. Akan tetapi, anak cukup melanjutkan untuk imunisasi yang belum diberikan.

Ilustrasi pemberian imunisasi anak. Foto: Shutterstock

Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Tangerang Selatan ini menuturkan, kendati pemberian imunisasi terlambat, namun khasiat dari imunisasi tersebut tetaplah sama --yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak terhadap penyakit tertentu. Tapi sebaiknya, Anda tetap dapat membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwalnya.

Jika Anda masih ragu, berkonsultasilah terlebih dulu ke dokter jika si kecil memang terpaksa harus menunda imunisasi, misalnya saja anak sakit demam. Setelah kondisi anak sudah membaik, ia pun dapat diberikan imunisasi sesuai dengan usianya atau biasanya dokter akan menentukan imunisasi apa yang harus dilengkapi terlebih dulu.

"Misalnya, ada vaksin campak yang diberikan (bayi usia) 9 bulan, hepatitis A (bayi) usia 24 bulan. Kalau secara usia diberikan dulu vaksin campak. Tapi, kalau di lingkungan anak sedang ada wabah hepatitis A, tentu yang diprioritaskan adalah vaksin hepatitis A, Karena secara teori tidak ada ketentuan vaksin mana yang harus didahulukan," tutupnya.

kumparan post embed