kumparan
23 Juli 2018 17:58

Ingin Anak Tumbuh Sehat, Gesit, Berani dan Punya Empati? Ini Caranya!

Ilustrasi anak sekolah.
Ilustrasi anak sekolah. (Foto: Thinkstock)
Selamat Hari Anak Nasional! Tahun ini, Hari Anak Nasional (Harnas) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli mengusung tema Anak Indonesia, Anak GENIUS. Tema ini diumumkan kepada masyarakat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sejak awal bulan lalu. GENIUS merupakan kependekan dari Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat.
ADVERTISEMENT
Wah, paket komplet ya, Moms! Siapa sih, yang tidak ingin anaknya tumbuh jadi anak yang memiliki semua kecakapan ini?
Nah, untuk mewujudkanya, coba ikuti cara-cara berikut ini:
1. Anak yang Gesit
Ilustrasi Anak Pakai Baju Sendiri
Ilustrasi Anak Pakai Baju Sendiri (Foto: Thinkstock)
Orang tua mana yang tak senang, mendapati si kecil yang gesit, lincah dan sigap? Bila anak seperti itu, tentu aktivitas sehari-harinya pun dapat berjalan lancar.
Tapi untuk bisa jadi gesit perlu proses, Moms. Anda harus terus mengajari, melatih dan memberi anak contoh. Misalnya terkait rutinitas di pagi hari. Anda perlu lebih dulu mengajari anak cara menyiapkan pakaiannya sendiri setiap pagi, lalu melatihnya memakai kemeja dengan lebih cepat, dan memberi anak contoh agar ia lebih cepat memahaminya.
ADVERTISEMENT
Anda juga perlu memberi anak motivasi agar tidak lamban dalam mengerjakan sesuatu. Misalnya dengan menjelaskan pada anak kenapa ia harus bergerak cepat di pagi hari dan apa keuntungannya bila tidak terlambat atau bisa tiba di sekolah sebelum jam pelajaran dimulai.
2. Menumbuhkan Rasa Empati
Kakak Adik
Kakak Adik (Foto: THINKSTOCK)
Hasrat untuk peduli dan menolong orang lain yang sedang mengalami kesulitan, adalah hal penting sebagai bekal hidup bermasyarakat. Supaya si kecil bisa memiliki rasa empati, Anda bisa memulai dari diri Anda, Moms, yakni jadilah contoh baginya.
Caranya dengan menunjukan rasa peduli Anda dengan menanyakan apa yang sedang terjadi dan menawarkan bantuan, saat anak sedang sedih dan marah. Dengan begitu, si kecil yang mendapati temannya sedang sedih, ia juga akan menghibur dan menawarkan bantuan.
ADVERTISEMENT
3. Jadi Anak yang Berani
Ilustrasi Anak Bertemu Keluarga
Ilustrasi Anak Bertemu Keluarga (Foto: Thinkstock)
Berani ke depan kelas saat guru meminta anak mengenalkan diri, berani berkenalan dengan teman baru, berani mengungkapkan pendapat, dan berani-berani positif lainnya. Anda mau si kecil seperti itu, Moms? Bisa, kok!
Untuk itu, Anda dapat memfasilitasi agar anak dengan senang hati bisa tampil berani. Di antaranya memberikan kepercayaan pada anak untuk melakukan sesuatu, dan ketika mereka melakukan kesalahan atau gagal, tidak perlu menyalahkan sampai berlebihan karena itu bisa membuat anak trauma dan memiliki kepercayaan diri yang kurang.
Sebaliknya, Anda bisa memberikan pengertian dan masukan saat anak melakukan kesalahan, dan tetap mendukung harapan anak.
4. Pribadi yang Unggul
Ilustrasi anak sekolah.
Ilustrasi anak sekolah. (Foto: Thinkstock)
Si kecil yang berprestasi di sekolah dan di manapun itu menjadi kebanggaan keluarga. Tapi, untuk membuatnya cemerlang, adalah lebih mudah bila dari dalam diri anak yang senang belajar dan antusias saat melakukannya.
ADVERTISEMENT
Doronglah anak untuk melakukan hal itu dengan menyampaikan cerita baik yang menginspirasi, mendekatkan anak dekat orang-orang yang inspiratif tapi tetap sesuai usia anak, dan memasukan anak misalnya pada tempat khursus yang sesuai minat dan bakat anak.
5. Menjalani Pola Hidup Sehat
Ilustrasi anak main sepeda.
Ilustrasi anak main sepeda. (Foto: Thinkstock)
Supaya si kecil tumbuh jadi anak yang sehat, orang tua perlu menyediakan asupan dan menerapkan gaya hidup keluarga yang sehat setiap hari. Lantas bagaimana bila ia sedang tidak di rumah dan tidak bersama Anda, supaya anak tetap menjalani pola hidup sehat?
Dimulailah dari Anda, Moms, maka dengan begitu si kecil yang melihat akan meniru dan akan menjadi kebiasaan. Tanamkan juga alasan kenapa kita perlu punya pola hidup sehat. Di antaranya supaya tidak mudah jatuh sakit, dan dapat berkegiatan dan bermain tanpa gangguan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan