Kumparan Logo

Ingin Belajar Seru di Alam Terbuka? Kenalan dengan Sekolah Alam, Yuk!

kumparanMOMverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sekolah Alam. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Sekolah Alam. (Foto: Thinkstock)

Sejak dulu, sekolah kerap diidentikkan dengan bangunan besar berisi ruang kelas tempat guru dan murid melakukan aktivitas pembelajaran. Ruang kelas biasanya dipenuhi dengan meja, kursi, dan papan tulis.

Murid-murid pun duduk rapi menghadap papan tulis sambil menyimak materi yang disampaikan guru yang ada di depan kelas.

Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, hal ini pun berubah. Kini telah muncul homeschooling. Dengan homeschooling, proses pembelajaran tak lagi harus dilakukan di gedung sekolah. Siswa bisa belajar dari rumahnya masing-masing, atau bahkan secara online, di manapun lokasi yang diinginkan.

Sungguh canggih, bukan? Betapa zaman telah memberikan kemudahan yang luar biasa bagi manusia.

Namun sayangnya, fasilitas sekolah formal dan homeschooling rata-rata hanya bisa dinikmati oleh masyarakat dari kalangan menengah ke atas, lantaran biaya yang cukup tinggi.

Dan di Indonesia sendiri, sejak 1998 telah hadir sekolah alam. Ide ini digagas oleh Lendo Novo, dan beroperasi pertama kali dengan delapan orang murid di jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan. Sekolah alam ini didirikan untuk menjangkau anak-anak kurang mampu untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Setelah kemunculan sekolah alam Lendo Novo, konsep serupa telah diadaptasi oleh banyak sekolah di berbagai daerah.

Sekolah alam ini sendiri merupakan aktivitas belajar mengajar yang dilangsungkan di alam terbuka. Jadi, anak bisa belajar lebih banyak dari alam dan lingkungan sekitar mereka.

instagram embed

Fasilitas belajar seperti meja dan kursi juga terbuat dari bahan alami, seperti bambu dan kekayuan. Konsep lesehan bisa jadi pilihan. Anak-anak juga tidak diwajibkan untuk menggunakan seragam. Pakaian bersih dan sopan saja sudah cukup.

Metode pengajaran pun menggunakan Action Learning atau belajar lewat pengalaman nyata. Hal ini tentu jadi kegiatan yang menarik, seru, dan tidak membosankan bagi anak-anak. Belajar tak jadi sebatas teori semata.

instagram embed

Anak bisa mengenal hewan, tumbuhan, lingkungan, dan langsung menerapkan ilmu yang diperolehnya saat itu juga. Ini juga melatih kepekaan dan kepedulian anak terhadap lingkungan.

Sekolah alam jadi perpaduan sempurna antara aktivitas visual, kinestetik, dan auditori anak. Kreativitas siswa akan terasah dengan sangat baik. Anak juga akan diajari ilmu kepemimpinan dan bisnis. Semua menuntun pada pemberdayaan potensi alam yang ada di daerah masing-masing.

instagram embed

Namun ada kelebihan, tentu juga ada kekurangan. Berada di alam terbuka yang berisi banyak hal, anak bisa dengan mudah teralihkan perhatiannya dengan banyak hal bergerak. Selain itu, juga bisa terjadi banyak hal yang tidak terduga.

Soal biaya masuk sekolah, rata-rata berkisah Rp 1 juta hingga sepuluh juta rupiah. Sedangkan uang sekolah mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta.

Beberapa sekolah alam yang bisa kamu jadikan sebagai pilihan adalah Sekolah Alam Indonesia di Ciganjur, Green School di Mekar Bakti Tangerang, dan Sekolah Alam Bogor di Komplek Puri Cikeas, Bogor.