Ingin Kesehatan Mental Anak Baik? Terapkan Ini di Usia Lima Tahun Pertamanya!
ยทwaktu baca 4 menit

Tumbuh kembang anak menjadi momen yang begitu butuh banyak perhatian dari orang tua. Terlebih, di era digital yang semakin maju menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam membesarkan anak, terutama memastikan si kecil memiliki kesehatan mental yang baik. Mengapa?
Ya Moms, kesehatan mental anak saat ini turut dipengaruhi oleh kehadiran teknologi dan media digital. Tentunya, sangat berbeda dengan masa kecil banyak orang tua saat ini.
Dunia digital sebenarnya memberikan banyak manfaat dan kemudahan, seperti akses informasi, hiburan, hingga sarana belajar. Tetapi, juga membawa tantangan besar dalam perkembangan emosional dan sosial anak.
Banyak kasus terjadi adalah ketika anak mendapat paparan berlebihan terhadap gadget dan konten online. Imbasnya, mereka dapat mengalami stres, kecemasan, kesepian, gangguan tidur, hingga kepercayaan diri yang menurun. Screen time yang berlebih juga mengurangi interaksi tatap muka dan aktivitas fisik, yang dapat memengaruhi kesehatan mental jangka panjang.
Mungkinkah hal ini bisa dicegah? Di sinilah peran kita sebagai orang tua untuk meletakkan fondasi pada awal kehidupannya.
Dalam momen memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, coba terapkan beberapa fondasi ini pada usia lima tahun pertama anak untuk membangun kesehatan mentalnya yang lebih baik.
Tips untuk Tingkatkan Kesehatan Mental Anak
1. Bayi
Dikutip dari laman UNICEF, menghabiskan waktu berkualitas dengan anak sangat baik untuk hubungan keluarga. Bahkan, cara ini membantu melepaskan hormon alami yang membantu Anda menjalin ikatan dengan bayi dan meningkatkan kesejahteraan kalian berdua. Maka lakukan:
Banyak bermain dan sentuhan fisik, seperti berpelukan.
Sering mengajak ngobrol dan bernyanyi.
Respons suara bayi ketika mengeluarkan bunyi-bunyian, agar mereka dapat mulai memahami bahasa dan komunikasi.
2. Balita
Seiring anak mulai lebih banyak bergerak, keinginannya untuk menjelajah sekitarnya pun meningkat. Rasa ingin tahu ini perlu didorong agar semakin berkembang. Maka lakukanlah:
Rutin bacakan cerita untuk anak Anda (setiap hari jika memungkinkan).
Mainkan permainan yang merangsang rasa ingin tahu dan pembelajaran mereka.
Minta balita Anda untuk menyebutkan nama benda, dimulai dengan nama mereka dan benda-benda di sekitar mereka.
Ajak si kecil menjelajahi lingkungan di luar rumah Anda bersama-sama.
3. Anak usia prasekolah
Seiring anak tumbuh lebih mandiri dan penuh rasa ingin tahu, mereka cenderung ingin menjelajahi dunia luar dan mempelajari hal-hal di sekitarnya. Interaksi dengan orang lain akan membantu mereka mengembangkan cara berpikir mereka sendiri dan memahami dunia di sekitar mereka.
Lakukan beberapa aktivitas ini:
Dorong interaksi sosial melalui bermain dengan anak-anak lain.
Ajak mereka untuk membantu Anda dengan tugas-tugas sederhana yang sesuai dengan usia mereka. Bimbing mereka melalui langkah-langkah sederhana untuk memecahkan masalah.
Tetapkan batasan yang jelas dan harapan yang realistis. Ketika mereka bilang 'Tidak', maka coba ajukan beberapa alternatif agar mereka mau melakukan apa yang diminta. Berikan mereka pilihan yang jelas dan mudah dipahami saat memutuskan apa yang akan dimakan, dikenakan, atau dimainkan.
Hindari Lakukan Hal Ini ketika Anak Sedang Butuh Diperhatikan!
Anak-anak kecil sedang belajar mengekspresikan diri dan mengelola emosi. Hal ini terkadang dapat menyebabkan rasa marah atau stres ketika mereka tidak dapat mengomunikasikan kebutuhan mereka.
Ketika anak-anak merasa stres atau kewalahan, mereka membutuhkan orang dewasa yang penuh kasih untuk membantu menenangkan dan membantu mereka mengelola perasaan mereka.
Maka, hindari melakukan hal-hal ini karena Anda hanya akan memperburuk suasana:
Segala bentuk kekerasan, termasuk berteriak dan memukul. Ketika seorang anak tinggal di lingkungan yang negatif, hal itu dapat menyebabkan stres toksik, yang membahayakan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta masalah jangka panjang di kemudian hari.
Sering terjadi pertengkaran antara orang tua dan orang-orang di sekitar anak. Ketegangan di lingkungan sekitarnya dapat menimbulkan stres bagi anak-anak. Mereka mungkin merasa diabaikan, tidak berdaya, dan rentan.
Segala bentuk pengabaian. Anak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan perawatan yang konsisten untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka yang sehat.
Kita sebagai orang tua juga perlu menjaga diri dari berbagai macam emosi. Kapan pun Anda merasa kewalahan, maka luangkan waktu untuk mengelola stres. Anda bisa memiliki me time, tidur yang cukup, olahraga teratur, dan pastikan memiliki dukungan sosial di sekitar kita.
