Ingin Kipas Angin Lebih Efektif untuk Dinginkan Tubuh? Ikuti Tips Ini, Moms!
·waktu baca 4 menit

Cuaca panas yang terjadi kerap membuat keluarga Anda termasuk si kecil kegerahan dan tidak nyaman. Biasanya, Anda pun akan langsung menyalakan pendingin ruangan seperti AC maupun kipas angin untuk membantu menyejukkan ruangan.
Tetapi, coba diingat-ingat, apakah rasa gerah langsung teratasi dengan baik setelah kipas angin dinyalakan? Atau justru merasa kondisi badan jadi kurang enak?
Penelitian terbaru mengungkapkan cara memakai kipas angin listrik yang tepat akan membantu seseorang mendapatkan suhu dingin yang tidak berlebihan. Bahkan, bisa mencapai suhu yang sesuai dengan tubuh Anda, lho!
WebMD melansir, sejak tahun 1990-an, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah memperingatkan agar kipas angin listrik tidak dipasang ketika suhu udara sedang mencapai 90 fahrenheit atau sekitar 32 derajat celsius.
Namun, studi terbaru yang diterbitkan di JAMA Network Open menunjukkan, bila mengkombinasikan kipas angin dan kondisi kulit yang sedikit dibasahi air, maka kipas dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat panas pada tubuh kita. Sekali pun jika suhu udara di sekitar Anda mencapai 100 derajat Fahrenheit (sekitar 37 derajat Celsius)!
"Ketika suhu udara melebihi suhu udara kulit kita, kita sebenarnya menyerap panas dari lingkungan di sekitar. Itulah sebabnya, kipas angin terkadang dapat meningkatkan suhu tubuh, meskipun terasa sejuk," kata pakar fisiologi termal dan salah satu penulis studi tersebut, Daniel Gagnon, PhD.
Apa Saja Temuan dalam Studi Terbaru tentang Penggunaan Kipas Angin?
1. Titik Kritis di Tubuh
Dalam studi tersebut, ketika orang menggunakan kipas angin untuk pendinginan dalam kondisi suhu 100 derajat fahrenheit (37 derajat celsius) dan kelembapan 60% persen, maka kipas angin tersebut mengurangi beban kerja jantung dan sedikit menurunkan suhu tubuh internal.
“Orang-orang merasa lebih baik, dan mereka merasakan sensasi nyaman yang lebih baik," kata Gagnon yang juga seorang profesor di Université de Montréal, Kanada.
Studi ini melibatkan orang-orang berusia 65 tahun ke atas — termasuk beberapa yang memiliki penyakit jantung — tetapi hasilnya dapat berlaku untuk orang-orang di segala usia.
Ketika orang-orang menggunakan kipas angin saat suhu udara 104 derajat Fahrenheit (40 derajat celsius), para peneliti melihat tanda-tanda tubuh mereka memanas, sehingga mereka berisiko terkena penyakit akibat panas. Jika Anda khawatir, gunakan AC atau carilah ruang publik yang ber-AC.
2. Penggunaan Kipas Angin Berhasil ketika Tubuh Tetap Terhidrasi
Keringat mendinginkan tubuh dengan melepaskan panas internal melalui penguapan. Kipas membantu mempercepat proses ini dengan meningkatkan perpindahan panas secara konveksi — mirip seperti oven konveksi yang memindahkan panas ke permukaan makanan sehingga matang lebih cepat.
Namun, efek ini hanya bekerja optimal jika tubuh menghasilkan cukup keringat untuk menjaga siklus pendinginan tetap berlangsung. Itulah sebabnya, penting untuk minum banyak air, Moms!
Jadi, usahakan mengonsumsi sekitar 230 ml air per jam. Jangan menunggu hingga merasa haus, selalu bawa air, dan minumlah secara rutin.
3. Membasahi Kulit Akan Bantu Tubuh Anda Mendapat Manfaatnya
Menggunakan berbagai teknik pendinginan adalah cara ampuh menghadapi hari yang panas. Jika Anda memiliki AC dan ingin tetap menghemat energi, nyalakanlah untuk sedikit mendinginkan ruangan. Setelah itu, gunakan kipas angin sambil membasahi kulit dengan semprotan air.
Ketika suhu udara mencapai tingkat ekstrem, kombinasi kipas angin dan kulit yang dibasahi tetap dapat membantu tubuh tetap sejuk. Dalam percobaan di ruangan bersuhu 104 derajat fahrenheit (sekitar 40 derajat celcius), cara ini mengurangi beban kerja jantung, mengurangi keringat, dan membuat orang merasa sedikit lebih baik. Jadi, agar strategi ini efektif, kulit harus tetap dalam kondisi basah.
Akan tetapi, jika Anda mengalami tanda-tanda kelelahan akibat panas —seperti pusing, mual, sakit kepala, atau penglihatan kabur—, maka segera tinggalkan area atau ruangan yang panas panas kemudian istirahat dan minum banyak cairan. Segera cari bantuan medis jika gejala tidak membaik dalam satu jam, atau langsung pergi ke dokter jika seseorang menjadi bingung, pingsan, atau tidak mampu mengonsumsi cairan.
