Kumparan Logo

ISPA Meningkat saat Pancaroba, Ini Langkah Pencegahan yang Efektif!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kota Administratif Jaksel, GM Marketing-Consumer Healthcare dan Direktur Combiphar, dan Wakil Camat Pancoran dalam acara Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga di Jakarta (15/4/2026). Foto: Dok. Combiphar
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kota Administratif Jaksel, GM Marketing-Consumer Healthcare dan Direktur Combiphar, dan Wakil Camat Pancoran dalam acara Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga di Jakarta (15/4/2026). Foto: Dok. Combiphar

Memasuki musim pancaroba, perubahan cuaca yang tidak menentu sering kali berdampak pada kesehatan keluarga. Dan salah satu penyakit yang rentan terjadi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang bisa menyerang anak hingga orang dewasa.

Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, ada sekitar 2,5 juta kasus ISPA sepanjang Januari hingga November 2025. Angka ini menunjukkan bahwa ISPA masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama saat cuaca berubah-ubah.

Kenapa ISPA Mudah Tertular Pada Musim Pancaroba?

Wakil Camat Pancoran, GM Marketing-Consumer Healthcare dan Direktur Combiphar, Kepala Puskemas Pancoran, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kota Administratif Jaksel, dan Senior Medical Affairs Manager Combiphar di Jakarta (15/4/2026). Foto: Dok. Combiphar

Menurut Senior Medical Affairs Manager Combiphar, dr. Clavelina Astriani, perubahan suhu dan kelembapan di musim pancaroba dapat meningkatkan risiko penyebaran virus. Kondisi ini juga memengaruhi daya tahan tubuh, sehingga lebih mudah terserang infeksi saluran pernapasan.

“Infeksi saluran pernapasan dapat berdampak pada kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari, sehingga penanganan yang tepat sejak awal menjadi penting,” jelas dr. Clavelina saat penyuluhan dan pengobatan gratis Combhipar, Rabu (15/4).

Gejala ISPA sendiri sering kali dianggap sepele, seperti batuk, pilek, hingga tenggorokan sakit. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas anak, mulai dari sulit tidur hingga menurunnya fokus belajar.

Di kesempatan yang sama, GM Marketing Combiphar, Sandi Wijaya, mengingatkan batuk bukan sekadar ketidaknyamanan.

“Batuk bisa berdampak pada istirahat, fokus, hingga produktivitas jika tidak ditangani dengan tepat,” ujar Sandi.

Untuk itu, pencegahan jadi langkah utama yang bisa dilakukan di rumah, hal ini bisa dimulai dengan:

1. Memastikan anak rutin mencuci tangan

2. Mengonsumsi makanan bergizi

3. Istirahat yang cukup

4. Memakai masker saat kondisi tubuh sedang tidak fit

Selain itu, penting juga untuk mengenali jenis batuk yang dialami anak agar penanganannya tepat. Jika gejala tak kunjung membaik atau semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Sebagai bagian dari upaya edukasi, Combiphar melalui program Combi Hope menggelar penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan gratis di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini melibatkan kader PKK dan Posyandu agar informasi kesehatan bisa lebih luas menjangkau masyarakat.

Dengan langkah pencegahan yang tepat dan edukasi yang terus dilakukan, diharapkan keluarga bisa lebih siap menghadapi risiko ISPA selama musim pancaroba ke depannya, Moms.