Kumparan Logo

Istri Indra Bekti Jalani Program Bayi Tabung agar Dapat Anak Laki-laki

kumparanMOMverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indra Bekti saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (22/10). 
 Foto: Alfadillah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Indra Bekti saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (22/10). Foto: Alfadillah/kumparan

Indra Bekti dan istrinya, Aldilla Jelita, tengah menjalani program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF). Padahal, mereka berdua sudah memiliki anak.

Anak pertama Indra dan Dilla, Dafania Sahira Indrabekti, kini telah menginjak usia 7 tahun, sementara anak keduanya Anabell Eleanor berusia 5 tahun.

Namun, pada 2017, Bekti dan Aldilla harus merelakan kepergian anak ketiganya, Kenward Athar Indrabekti, yang meninggal dunia tak lama setelah ia dilahirkan.

Indra Bekti dan istrinya. Foto: Munady Widjaja

Setelah dua tahun berselang, Bekti dan Dilla memutuskan untuk menjalani program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF).

“Iya betul (bayi tabung). Kita sudah ketemu sama profesor, Dilla dicek untuk bisa melihat rahimnya. Kata profesornya bagus diberikan tempat embrionya bersemayam gitu. November kalau haid hari kedua di cek darah lagi untuk tahap berikutnya. Aku juga nanti diperiksa juga,” kata Bekti saat dijumpai di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (22/10).

Indra Bekti memutuskan melakukan program bayi tabung, karena ia dan istrinya ingin secepatnya kembali memiliki momongan.

“Karena ingin cepat-cepat juga, mudah-mudahan ini bisa jadi usaha yang mungkin dua tahun ini kita usaha alami, ke dokter konsultasi juga belum diberikan Allah,” tutur Bekti.

“Setelah 6 bulan di tahun 2017 sudah menjalani pengobatannya, akhirnya usaha-usaha dan mungkin ini salah satu jalan yang bisa ditempuh dengan bayi tabung,” sambungnya.

Pesta kejutan ulang tahun Indra Bekti. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan

Bekti dan Dilla berharap bisa dikarunai bayi laki-laki lewat program bayi tabung. Selain itu, pria 41 tahun ini ingin memiliki anak kembar.

“Ini adalah usaha supaya kita bisa dapet anak laki lagi,” ucap Bekti.

Pemain film ‘Rumah Tanpa Jendela’ ini sering mengajak istrinya untuk berkonsultasi dengan Tya Ariestya, selebriti yang juga menjalani program tersebut. Bahkan, Bekti kerap menyaksikan vlog Tya di Content YouTube-nya.

“Ya kita lihat IG- nya Tya Ariestya ya. Tanya-tanya juga sama dia, mengenai bayi tabung ini. Tya itu sangat detail memberikan informasi mengenai bayi tabung. Kita lihat di YouTube-nya juga karena sangat informatif sehingga kita juga jadi inspirasi buat kita,” beber Bekti.

Pria berusia 41 tahun ini pun juga mengaku memiliki kekhawatiran selama istrinya melakukan program bayi tabung. Ia sudah siap menerima risiko yang akan menimpanya jika gagal dalam menjalani program bayi tabung.

“Kekhawatiran pasti ada entah itu gagal atau berhasil pastilah, ya. Manusia boleh usaha semaksimal mungkin tapi tetap Tuhan yang menentukan, ya. Tapi memang dengan bayi tabung dari morula IVF 60 persen lah,” ungkapnya.

Ilustrasi bayi tabung. Foto: Shutter stock

Lantas, bagaimana kata dokter tentang perencanaan jenis kelamin dalam program bayi tabung?

Senada dengan pernyataan Indra Bekti, dokter kandungan, dr. Ivan Sini SpOG, menjelaskan angka akurasi perencanaan jenis kelamin dalam program bayi tabung sekitar 60-70 persen. Meski begitu, pemilihan gender di program bayi tabung hanya dibolehkan untuk anak ke dua dan seterusnya.

"Pada dasarnya pemilihan gender di Indonesia diperbolehkan untuk anak kedua dan seterusnya. Untuk prosesnya pemilihan dengan separasi sperma angka akurasinya relatif rendah sekitar 60-70%," jelas dokter kandungan sekaligus Presiden Direktur Morula IVF Indonesia ini.

Akurasi pemilihan gender itu, kata dr. Ivan, sebenarnya bisa meningkat, jika menggunakan teknik assesment kromosom dalam program bayi tabung.

"Akurasi ini dapat ditingkatkan dengan assesment kromosom pada program PGT-A yg dilakukan dengan program IVF. Yang pasti walaupun akurasinya mendekati 90% tetapi kita tidak bisa menjamin 100% akan berhasil dengan anak dengan gender yang diinginkan," jelas dr. Ivan.