Kumparan Logo

Jam Tidur Bayi Baru Lahir yang Perlu Orang Tua Ketahui

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jam Tidur Bayi Baru Lahir yang Perlu Orang Tua Ketahui. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Jam Tidur Bayi Baru Lahir yang Perlu Orang Tua Ketahui. Foto: Shutter Stock

Tidur merupakan kebutuhan setiap manusia termasuk bayi. Namun, jam tidur bayi baru lahir dengan orang dewasa tentu berbeda. Jam tidur bayi yang cukup sangat diperlukan untuk kesehatan dan tumbuh kembang si kecil. Sebab, hormon perkembangan justru menjadi aktif ketika mereka sedang terlelap, Moms.

Bukan hanya karena kebiasaan tidur di dalam kandungan, kemampuan perut mereka juga mempengaruhi pola tidur. Bayi baru lahir memiliki perut kecil, sehingga cepat merasa kenyang dan lapar. Saat merasa kenyang, mereka cenderung mengantuk. Saat merasa lapar, mereka terbangun minta disusui. Oleh karena itu, bayi sering terbangun di malam hari karena merasa lapar.

Dirangkum dari IDAI dan Sleep Foundation, berikut kebutuhan tidur bayi berdasarkan usianya.

1. Usia 0 – 3 Bulan

Bagi bayi baru lahir sampai usia 3 bulan, ia membutuhkan jam tidur 14 – 17 jam per hari. Rentang waktu tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sesi untuk menyeimbangkan jam tidur dengan aktivitas lainnya, seperti menyusu, mengganti popok, dan berinteraksi dengan keluarga.

2. Usia 3 – 5 Bulan

Pada usia 3 – 5 bulan, kebutuhan tidur bayi akan menurun menjadi 12 – 15 jam per hari. Selain itu, pada usia tersebut beberapa bayi mungkin bisa bertahan tidur semalaman tanpa dibangunkan untuk menyusu.

3. Usia 6 – 12 Bulan

Menjelang genap 1 tahun, bayi akan lebih banyak tidur pada malam hari. Kebutuhannya pun berkurang menjadi 13 – 14 jam per hari. Namun pada usia ini, bayi mungkin akan mengalami tumbuh gigi, percepatan pertumbuhan, atau kondisi lainnya yang membuatnya sulit tidur pada malam hari. Untuk itu, penting bagi orang tua untuk memastikan bayi bisa tidur cukup sesuai dengan kebutuhannya.

Ilustrasi bayi tidur tengkurap Foto: Shutterstock

Di sisi lain, jam tidur bayi baru lahir juga berkaitan dengan apakah Anda memberi si kecil ASI atau susu formula. Dikutip dari WebMD, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi susu formula tidak bisa tidur nyenyak, meski bisa tidur lebih lama.

Sebab, susu formula mengandung protein susu sapi yang tidak bisa dicerna dengan cepat oleh usus bayi. Saat usus bayi bekerja keras mengurai protein susu sapi inilah bayi tidur lebih lama dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI. Kemudian pada usia empat minggu, bayi yang diberi ASI akan tidur lebih lama atau tidur dengan jumlah dan jarak waktu yang sama seperti bayi yang diberi susu formula.

Meski bayi cenderung lebih suka tidur, ada kondisi di mana para orang tua harus khawatir dengan durasi tidur mereka, Moms. Anda harus memastikan tidak ada masalah medis yang menyebabkan mereka tidur sepanjang hari.

Sementara, apabila bayi Anda menunjukkan kenaikan berat badan yang baik, namun tetap banyak tidur, Anda tak perlu cemas. Manfaatkan saja waktu bayi tidur untuk ikut beristirahat. Sebab, jam tidur bayi baru lahir bisa tidak menentu. Sehingga akan lebih baik bila Anda ikut beristirahat agar tubuh lebih bugar.