Jangan Asal Cebok! Ini Cara Membersihkan Area Genital Anak yang Tepat
·waktu baca 2 menit

Moms, menjaga kebersihan area genital anak sering kali terlewat karena tidak terlihat langsung. Padahal, bagian ini termasuk area sensitif yang mudah lembap dan berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri jika tidak dirawat dengan baik.
Di sisi lain, masih banyak orang tua yang bingung bagaimana cara membersihkan genital yang benar, terutama pada anak laki-laki yang kulupnya belum bisa ditarik. Kesalahan perawatan ini justru bisa menyebabkan iritasi, luka, bahkan infeksi, lho, Moms.
Tips membersihkan area genital supaya tidak terkena penyakit
Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. July Iriani Rahardja, SpDVE, MM, FINADV, menjelaskan bahwa pada anak laki-laki, kulup penis umumnya masih menutup dan belum bisa ditarik sempurna.
"Penisnya itu kan tertutup, jadi kita tidak boleh memaksa untuk menariknya. Kalau dipaksa, nanti bisa menimbulkan luka,” ujarnya saat acara launching produk Makuku Luxury Slim Silky, beberapa waktu lalu.
Karena itu, orang tua cukup membersihkan bagian luar penis menggunakan air bersih.
"Lalu bisa dibantu dengan kapas atau kain lembut, kemudian dikeringkan dengan cara ditepuk perlahan, bukan digosok," jelasnya.
Namun, jika suatu saat kulup sudah bisa ditarik tanpa paksaan, barulah bagian dalam dapat dibersihkan secara hati-hati, Moms.
Dokter juga mengingatkan untuk waspada jika muncul gejala seperti penis tampak menggembung saat buang air kecil, aliran urine tersendat, atau anak menangis sebelum kencing.
"Kalau sudah begitu, bisa jadi kena fimosis. Anak jadi takut kencing karena sakit dan ini perlu diperiksakan lebih lanjut,” tambahnya.
Sementara itu, pada anak perempuan, cara membersihkan area genital harus dilakukan dari arah depan ke belakang. Hal ini penting untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke vagina yang bisa memicu infeksi.
Cara membersihkan area genital anak perempuan:
Gunakan air bersih tanpa sabun berlebihan
Keringkan dengan lembut
Hindari penggunaan produk berpewangi di area genital karena dapat menyebabkan iritasi.
Dengan perawatan yang tepat, risiko penyakit pada area genital anak bisa dicegah sejak dini, Moms.
