Mom
·
20 September 2020 8:57

Jangan Buru-buru Diet Usai Melahirkan! Ini Alasannya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jangan Buru-buru Diet Usai Melahirkan! Ini Alasannya (69995)
Perut ibu setelah melahirkan. Foto: Shutterstock
Usai melahirkan, hampir sebagian besar ibu mungkin ingin segera menurunkan berat badan. Ya Moms, saat hamil berat badan Anda tiba-tiba naik secara signifikan, dan tentu tubuh Anda tak bisa langsung kembali seperti semula setelah melahirkan.
ADVERTISEMENT
Perubahan bentuk tubuh ini mungkin membuat banyak wanita jadi tidak percaya diri. Namun, dokter menyarankan agar Anda tidak perlu buru-buru menurunkan berat badan atau diet setelah melahirkan, Moms. Sebab Anda masih harus mengonsumsi banyak cairan dan makanan bergizi seimbang.

Setelah Melahirkan Ibu Perlu Konsumsi Makanan Bergizi untuk Menyusui

Young Parents melansir, konsultan dan pendiri ParentCraft di Singapura, dr. Wong Boh Boi mengatakan idealnya ibu sebaiknya tidak diet sama sekali setelah melahirkan, karena tubuh masih membutuhkan nutrisi tambahan untuk proses menyusui bayi.
Pada periode menyusui, tingkat metabolisme ibu meningkat 25 persen dari biasanya. Sehingga Anda memerlukan 500 kalori lebih banyak setiap harinya. Artinya, Anda perlu mengonsumsi tiga kali makan utama, dan dua kali makanan ringan setiap hari, termasuk ikan, ayam, atau buah-buahan.
ADVERTISEMENT
"Ibu juga harus memilih biji-bijian untuk mendapatkan energi untuk menyusui," kata dr. Wong.
Jangan Buru-buru Diet Usai Melahirkan! Ini Alasannya (69996)
Ilustrasi ibu menyusui makan makanan bergizi, Foto: Shutterstock
Tak hanya itu, Anda juga wajib mengonsumsi cukup air putih. Hal ini dilakukan untuk memperlancar proses keluarnya ASI. Serta, menjaga tubuh Anda tetap terhidrasi.
Sebab ketika menyusui, Anda juga bisa kehilangan air di dalam tubuh karena sudah memberikan ASI kepada si kecil. Pastikan minum 8-10 gelas per hari setelah melahirkan atau setiap kali Anda merasa haus.
"Air hangat atau mengonsumsi makanan hangat seperti sup ayam bisa membantu meningkatkan vaskularisasi dan membantu memproduksi ASI Anda," kata dr. Wong.

Menyusui Juga Bisa Menurunkan Berat Badan

Jadi, jangan cepat ambil keputusan untuk mengonsumsi obat diet, ya, Moms. Penggunaan obat penurun berat badan dalam bentuk apapun sangat tidak diperkenankan untuk dikonsumsi ibu menyusui. Diet terlalu ketat juga harus dihindari, karena dapat membuat ibu mudah lemas, lelah, dan lesu. Hal tersebut bisa memengaruhi produksi ASI Anda.
Jangan Buru-buru Diet Usai Melahirkan! Ini Alasannya (69997)
Ilustrasi diet Foto: Thinkstock
Perlu diketahui, menyusui sendiri sebenarnya merupakan cara terbaik untuk mengurangi berat badan. Bahkan, akan lebih mudah buat ibu menyusui untuk mengurangi lemak di area 3P (paha, pinggul, dan pantat), karena menyusui bisa membakar kalori dalam tubuh.
ADVERTISEMENT
Jadi jangan dulu membatasi konsumsi makanan Anda ya, Moms. Jika masih ingin membuat tubuh lebih sehat dan sedikit menurunkan berat badan, cobalah untuk tidak melewatkan sarapan, minum air putih sebelum makan, dan lakukan olahraga ringan sebelum makan, setidaknya 5 menit saja.