kumparan
20 Februari 2018 9:15

Jangan Lakukan 5 Hal Ini di Depan Anak!

Stres orang tua berpengaruh pada anak
Stres orang tua berpengaruh pada anak. (Foto: Thinkstock)
Sebagai orang tua, kita mungkin sering merasa tahu apa yang terbaik untuk anak-anak. Tapi tak jarang juga kita lupa memperhatikan bagaimana perasaan anak-anak saat melihat kita melakukan hal-hal tertentu.
ADVERTISEMENT
Padahal yang orang tua lakukan bisa memberi dampak besar pada anak. Tidak hanya menilai dan mengingatnya, anak mungkin juga akan dengan cepat mengikuti yang dilakukan orang tuanya.
Itu sebabnya, orang tua perlu memperhatikan juga yang biasa dilakukannya. Dan sebaiknya tidak melakukan hal-hal yang dapat membawa pengaruh buruk pada anak seperti 5 hal berikut ini:
1. Mengkritik Diri Sendiri
Ibu gemuk
Ibu gemuk (Foto: Pixabay)
Disadari atau tidak, orang dewasa khususnya wanita mudah mengkritik diri sendiri. Mulai dari soal rambut, bentuk tubuh, karier, dan banyak lagi lainnya. Kebiasaan ini akan ditangkap anak sebagai pesan bahwa tidak menghargai diri sendiri adalah hal yang wajar.
Contohnya sederhana saja. Misalnya saat Anda selalu mengatakan rambut Anda tidak oke atau tubuh Anda gemuk. Anak bisa saja berpikir "Oh, Ibu tidak menyukai jenis rambut dan bentuk tubuhnya. Jadi aku juga nggak apa-apa kalau tidak menyukai rambut dan tubuhku."
ADVERTISEMENT
Atau kalau Anda tidak bicara soal rambut tapi terus mencatok lurus-lurus rambut Anda setiap pagi, jangan kaget bila si kecil benci dengan rambut ikalnya yang Anda bagus dan Anda sukai itu!
Bila terus begini, pada akhirnya anak juga akan sering mengkritik dirinya sendiri hingga menyebabkan masalah fisiologis seperti tidak mau makan, tidak percaya diri hingga depresi.
2. Pakai Gadget Melulu
Ilustrasi bermain Twitter
Ilustrasi bermain Twitter di gadget. (Foto: Pixabay)
Bila anak melihat Anda selalu terpaku pada gadget, anak akan berpikir bahwa Anda tidak peduli dengan kehadirannya atau bahwa gadget lebih berharga untuk Anda daripada dirinya.
Selain itu anak juga akan meniru kebiasaan tersebut karena berpikir bahwa gadget adalah hal yang sangat penting dan menarik. Tentu saja ini bisa membawa pengaruh buruk mulai dari kesehatan mata, mental hingga kemampuan belajar mereka.
ADVERTISEMENT
3. Minum Alkohol dan Merokok
Alkohol dapat menyumbat pembuluh darah.
Alkohol dapat menyumbat pembuluh darah. (Foto: Thinkstock)
Selain efek kesehatan untuk Anda sendiri, kebiasaan merokok di depan anak membawa banyak dampak negatif untuk anak. Banyak studi yang sudah membuktikan bahwa anak yang biasa melihat orang tuanya merokok tidak hanya terkena asap yang buruk bagi kesehatan tapi juga cenderung berperilaku negatif.
Anak dari orang tua perokok, cenderung tidak patuh, suka melanggar aturan, bersikap kasar atau agresif, mencontek, hingga menjadi bully. Kemungkinan mereka mencoba merokok atau menjadi perokok sejak masih anak-anak juga lebih besar dibandingkan anak-anak yang orang tuanya tidak merokok.
Ketika mereka mulai merokok sejak dini, maka akan terjadi kompilasi kesehatan serius seperti jantung, sakit paru-paru, ginjal, bahkan kanker di kemudian hari. Hal yang kurang lebih sama terjadi pada anak-anak yang melihat orang tuanya terbiasa minum alkohol.
ADVERTISEMENT
4. Berprilaku Kasar
Berkata kasar
Kata kasar. (Foto: Succo)
Hal ini jelas tidak boleh Anda lakukan, baik di depan maupun di belakang anak! Entah itu memukul, menimpuk atau membanting barang. Intinya semua perilaku kasar akan berdampak buruk pada kondisi psikis anak. Hal ini juga bisa buat anak jadi lebih emosional dan ikut berprilaku kasar pada orang lain.
5. Mengeluh!
Bekerja terlalu keras
Bekerja terlalu keras sebabkan penyakit jantung. (Foto: dok. thinkstock)
Hidup Anda mungkin penuh tantangan atau masalah, tapi selalu mengeluh juga tidak akan membuat hidup menjadi lebih baik. Tidak hanya menganggap ini adalah hal biasa, anak yang melihat orang tuanya kerap mengeluh akan berpikir bahwa Anda tidak bahagia. Anak kemudian bisa saja menyalahkan dirinya, atau ikut terbiasa mengeluh dan membenci hidup maupun dirinya sendiri.
Lebih baik, beri contoh pada anak untuk selalu bersyukur dan bersikap optimis!
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan